Kemenkeu Jerman digeledah dalam penyelidikan pencucian uang

Kejaksaan Jerman pada Kamis (9/9) menggerebek kantor Kementerian Keuangan dan Kementerian Kehakiman dalam penyelidikan terhadap badan anti pencucian uang pemerintah.

Peristiwa itu menyoroti kegagalan Jerman dalam menangani kejahatan keuangan.

Penyelidikan dilakukan terhadap Unit Intelijen Keuangan (FIU) –sebuah badan di Kementerian Keuangan di bawah kandidat kanselir dari Sosial Demokrat, Olaf Scholz– untuk memeriksa apakah unit tersebut diperintahkan untuk mengabaikan peringatan dari bank tentang adanya pembayaran mencurigakan ke Afrika.

Penggerebekan itu terjadi ketika hasil jajak pendapat mengatakan Scholz memiliki peluang bagus untuk menjadi kanselir Jerman dalam pemilihan nasional pada 26 September.

FIU, bersama regulator keuangan Jerman, Bafin, berada di bawah Kementerian Keuangan.

Sebelumnya mereka dikritik karena gagal mendeteksi masalah di perusahaan pembayaran Wirecard yang runtuh dalam skandal penipuan terbesar di negara itu pascaperang.

Sejumlah anggota parlemen dari kubu oposisi langsung mengkritik Scholz.

“Ini adalah risiko keamanan bagi Jerman,” kata anggota parlemen Fabio De Masi.

“Kami membutuhkan polisi keuangan dengan keahlian kriminal.

Jerman adalah surga bagi para pelaku kriminal.” Kementerian Keuangan mengatakan telah menambah staf di FIU dari 165 menjadi lebih dari 460 orang, serta memberikan lebih banyak tanggung jawab dan sumber daya teknis.

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung penyelidikan.

Mereka juga menegaskan bahwa kecurigaan tidak diarahkan pada pegawai kementerian.

Penyelidikan itu dilakukan pada saat yang penting, ketika upaya anti pencucian uang Jerman sedang ditinjau oleh Financial Action Task Force (FATF), sebuah badan global beranggotakan negara-negara termasuk AS dan China untuk mengatasi kejahatan keuangan.

FIU telah bersusah payah menindaklanjuti puluhan ribu peringatan tentang pengiriman uang yang mencurigakan, kata sejumlah sumber yang mengetahui hal itu.

Mereka hanya berhenti menggunakan mesin faks untuk menerima laporan dari bank dalam beberapa tahun terakhir, kata seorang pejabat Jerman.

Seorang juru bicara kejaksaan mengatakan mereka melakukan penyelidikan setelah menerima keluhan bahwa FIU tidak bertindak atas transaksi jutaan euro yang mencurigakan, termasuk ke Afrika, antara 2018 dan 2020.

Dia mengatakan kejaksaan menggeledah kementerian untuk mengetahui apakah FIU memang diperintahkan untuk mengabaikan aliran uang yang mencurigakan.

Kejaksaan mengatakan FIU telah diberitahu oleh bank karena khawatir aliran uang itu terkait dengan perdagangan senjata, obat-obatan atau pendanaan terorisme.

Mereka mengatakan FIU mencatat laporan itu tetapi tidak meneruskannya ke para penegak hukum.

Kejaksaan juga melihat fakta bahwa sejak FIU mengambil alih kendali pencucian uang pada tahun 2017, laporan aktivitas yang mencurigakan telah menurun drastis.

Mereka mengatakan bahwa penggeledahan terhadap FIU sebelumnya menemukan adanya komunikasi intensif antara badan itu dengan dua kementerian yang digeledah pada Kamis.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.