Kesulitan Emas Dalam Era Kepulihan Jelang Rilis Penentuan Suku Bunga

0
79

JAVAFX – Kesulitan emas dalam era kepulihan jelang penentuan suku bunga pada perdagangan hari ini di mana potensi munculnya aksi jual emas yang diperkuat dengan melihat pergerakan mata uang AS yang masih bisa menguat lagi.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback berhasil memberikan tekanannya kepada emas, sehingga hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $7,80 atau 0,64% di level $1217,50 per troy ounce. Untuk perdagangan sebulan, harga emas mengalami kenaikan 1,6%.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas mengalami kondisi jual kembali namun beruntung masih berhasil bertahan diatas level psikologis $1200 per troy ounce yang mana sisi jual emas muncul diikuti pergerakan dolar yang juga menguat dipengaruhi faktor data tenaga kerja yang membaik. Disertai pula pasar saham AS makin pulih, membuat emas juga sulit pulih pagi kembali.

Secara umum, sinyal akan naiknya kembali suku bunga ada akhir tahun nanti memang selalu membawa harga emas ke sisi yang lebih sulit untuk pulih seperti pekan lalu. Harapan pulihnya harga emas akan terjadi meski dengan pergerakan yang terbatas kembali. Karena pasar saham AS semalam sudah semakin pulih, sepertinya pasar saham Asia juga akan mempunyai kinerja yang sama bagusnya di awal bulan pagi ini. Kondisi ini tentu akan membuat emas sulit untuk pulih karena daya beli emas juga akan sangat berkurang seiring pembelian besar di ekuitas Asia tersebut.

Kondisi emas yang mengalami trkanan sejak the Fed melakukan normalisasi kebijakan moeneternya, membuat fungsi emas sebagai alat pelindung nilai sempat dikatakan gagal. Kesempatan beli emas memang masih besar terbuka, mengingat pasar saham masih belum stabil, hingga ada kepastian politik AS hari ini.
Rupanya pasar ekuitas menjadi penanda awal baik buruknya emas hari ini. Jika pasar saham Asia masih membaik seperti pasar saham AS tadi pagi, dapat dipastikan emas sulit untuk pulih. Peluang penguatan dolar memang masih terbuka mengingat data tenaga kerja AS pekan ini akan rilis dan kemungkinan besar juga akan lebih bagus.
Faktor akan berundingnya AS dengan China untuk menyelesaikan sengketa dagangnya, bisa menjadi momentum emas untuk pulih lebih besar. Namun hasil kesepakatan dagang tersebut masih lama terjadi dan masih membuat momentum kepulihan emas semakin menjadi sulit.
Penentuan kebijakan moneter baru Inggris menjadi momemtun kejutan jika memang ada kejutan dari Bank of England hari ini. Itupun dengan catatan bahwa data ekonomi AS juga akan memburuk hari ini, maka kepulihan emas akan tercipta.
(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi