Khawatir Dengan Lesunya Ekonomi Global, Harga Minyak Turun

JAVAFX – Harga minyak ditutup lebih rendah pada Selasa (22/01), setelah peringatan dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan data ekonomi yang lemah dari China menggarisbawahi kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi.

Harga minyak ditututp mendekati posisi terendah sepanjang sesi perdagangan. Faktor pendorong turunnya harga didikung dari data yang dirilis tepat sebelum penutupan perdagangan. Indikator ini menyarankan perlambatan produksi minyak serpih AS. Lembaga Informasi Energi memperkirakan kenaikan produksi minyak serpih sebesar 62.000 barel per hari di bulan Februari, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 8.179.000 barel per hari. Lembaga tersebut memperkirakan kenaikan lebih dari dua kali lipat untuk Januari dari Desember.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun $ 1,23, atau 2,3%, ke $ 52,57 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX), sedikit naik dari posisi terendah yang disentuh pada $ 51,80. Untuk kontrak bulan Maret, harga WTI ditutup pada $ 53,01, turun $ 1,03, atau 1,9%. Sementara minyak mentah Brent harus turun $ 1,24, atau 2%, berakhir pada $ 61,50 di ICE Futures Europe. Di perdagangan awal pekan, harga minyak Brent hanya naik tipis 4 sen.

Sumber penurunan berasal dari kekhawatiran pasar akan kondisi ekonom global, paska peringatan IMF pada Senin kemarin. Dikatakan oleh IMF bahwa pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan turun, terutama karena pertumbuhan yang kurang dinamis di Eropa. Sementara itu, NDRC sebagai badan perencanaan negara China, menyatakan potensi pendinginan lebih lanjut dari ekonomi Tiongkok. Pada Senin pagi, Cina melaporkan ekonominya tumbuh 6,6% pada 2018, laju paling lambat sejak 1990.

IMF pada hari Senin mengatakan perekonomian global diperkirakan hanya akan tumbuh 3,5% pada tahun 2019. Perkiraan ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,7% yang dirilis pada bulan Oktober dan tingkat pertumbuhan pada 2018 bisa mencapai 3,7%. Jatuhnya perekonomian global, menurut IMF dipengaruhi meningkatnya ketegangan perang dagang yang digelar AS atas sejumlah mitra dagangnya dan kenaikan suku bunga acuan utama AS.

Kabar terkini lebih mengejutkan lagi, para pejabat AS membatalkan rencana pembicaraan dalam mencari resolusi perang dagang ini. Sedianya perwakilan AS pada minggu ini akan bertemu dengan dua wakil menteri China, menjelang pertemuan tingkat tinggi di Washington akhir bulan ini, menurut laporan Financial Times Selasa.

Data dari Badan Energi Internasional akhir pekan lalu mengkonfirmasi perkiraan permintaan minyak global meskipun prospek ekonomi semakin suram. Mereka menyerukan bahwa permintaan meningkat 1,4 juta barel per hari pada tahun 2019 akan berdampak positif berupa kenaikan harga dari posisi yang lebih rendah.

Dengan proyeksi yang demikian, diharapkan pasar minyak bisa menyeimbangkan diri secara bertahap sepanjang tahun ini. Ini bisa menjadi kabar baik ditengah upaya OPEC + yang secara konsisten akan menerapkan pengurangan produksi sebagaimana yang disepakati. OPEC kini telah mempublikasikan rincian kontribusi produksi dari masing-masing negara.(WK)

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Bursa Eropa Di Buka Memerah Ikuti Wall Street

Bursa Eropa di buka memerah juga mengikuti memerahnya bursa Asia dan Wall Street. Memerahnya bursa Wall Street karena ancaman meningkatnya inflasi yang membuat terjadinya...

India Siap Borong Minyak Arab Saudi Kembali

JAVAFX - Menteri Perminyakan India Dharmendra Pradhan pada hari Jumat (07/05/2021) berterima kasih kepada Arab Saudi dan produsen minyak Timur Tengah lainnya karena telah...

Kenaikan Terjeda, Harga Emas Nantikan Gerak Dolar dan Yield Obligasi AS

JAVAFX - Kekecewaan pelaku pasar pada hasil angka-aangka Nonfarm Payroll AS pada Jumat lalu dengan tegas mengirim harga emas di atas $ 1800 per...

Neraca Perdagangan Cina Kembali Mengesankan Di April

Sektor perdagangan China kembali bukukan performa mengesankan pada April, dengan sektor ekspor tak disangka mencatat kenaikan sementara impor mencapai level tertinggi satu dekade. Sehingga, mendorong pereekonomian terbesar kedua di dunia itu.

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502