Kompak, China, Indonesia Pimpin Penurunan Pasar Saham Asia

China dan Indonesia memimpin aksi jual di pasar saham Asia (pasar negara berkembang) hari Kamis. Aksi ini diperkirakan imbas dari yield obligasi AS yang kembali naik. Sehingga, hal tersebut meningkatkan keraguan baru tentang kelanjutannya dukungan moneter dan pertumbuhan global.

Imbal hasil obligasi global telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir, sehingga pasar khawatir bahwa sentral berpeluang memperketat keran moneter. Kondisi ini karena adanya persespsi ekonomi global pulih dari pandemi COVID-19. Prospek itu memukul ekuitas dunia minggu lalu.

Pasar saham di Jakarta dan Manila turun lebih jauh pada sore hari, masing-masing turun hampir 1%. Pasar saham di Taiwan, Cina dan Korea Selatan juga mencatat kinerja terburuk.

Yield obligasi 10 tahun AS berada di 1,47% dalam perdagangan Asia. Angka itu turun dari tertinggi satu tahun di 1,61% yang terlihat minggu lalu. Analis mengatakan, pasar Asia sebenarnya tidak terlalu rentan terhadap volatilitas pasar global jika dibandingkan pada 2013. Pelaku pasar obligasi di Asia hanya membuat “ulah” setelah adanya isyarat Federal Reserve AS mungkin memperlambat ‘mesin cetak uang’-nya.

Di Malaysia, bank sentral mempertahankan suku bunga utamanya di 1,75%, sesuai perkiraan, dengan ringgit tidak berubah turun 0,1%. Bank Negara Malaysia mengatakan peluncuran vaksin COVID-19 akan mengangkat sentimen dan meningkatkan aktivitas ekonomi ke depannya.

Saham di pasar saham Kuala Lumpur turun 0,3%, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun naik 1,5 basis poin lebih tinggi menjadi 3,105%. Rupiah Indonesia – yang mendukung sebagian dari utang pasar berkembang dengan imbal hasil tertinggi – turun 0,3%.

Ketua Fed Jerome Powell akan melakukan pidatonya hari ini, dimana pasar sangat menantikan apakah Powell membahas kenaikan imbal hasil. Peristiwa penting lainnya adalah pertemuan parlemen tahunan China yang akan berlangsung pada hari Jumat. Pemerintah Tiongkok diharapkan menetapkan target kebijakan makroekonomi negara pada pertemuan tersebut.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Peringatkan Putin Terkait Penumpukan Pasukan Rusia Dekat Ukraina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin melalui pembicaraan telepon, Selasa (12/4), bahwa AS prihatin dengan “penumpukan militer secara...

GDP Tiongkok Di Prediksi Naik, Hang Seng Berpotensi Menguat ke Level 29385

Besok pagi jam 09.00 wib, Tiongkok akan merilis data GDP di kuartal kedua di tahun 2021 setelah sebelumnya di kuartal pertama pada bulan Januari...

Biden: Pengayaan uraninum Iran 60 persen tak membantu

Presiden AS Joe Biden pada Jumat (16/4) mengatakan pengayaan uranium Iran hingga 60% tidak membantu, tapi mengatakan dia senang Teheran masih berbicara tidak langsung...

Biden Tunjuk Pengkritik Trump untuk Dua Pos Penting Imigrasi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (12/4) menunjuk dua kritikus kebijakan imigrasi mantan presiden Donald Trump untuk posisi kunci kontrol perbatasan dan...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502