Laba Industri China Merana Tergencet Isu Perang Tarif

JAVAFX – Biro Statistik Nasional merilis data Laba industri perusahaan-perusahaan China pada hari Rabu (27/11) yang menunjukkan penurunan secara tahunan dalam tiga bulan berturut-turut di bulan Oktober, mengikuti penurunan harga dan ekspor produsen yang berkelanjutan dan menggarisbawahi momentum perlambatan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Biro Statistik Nasional merilis Laba industri turun 9,9% pada bulan Oktober tahun ke tahun menjadi 427,56 miliar yuan ($60,74 miliar), menandai penurunan terbesar sejak periode Januari-Februari dan jika dibandingkan dengan penurunan 5,3% pada September jauh lebih dalam.

Gold Trading

Sektor industri China telah berada di bawah tekanan dalam beberapa bulan terakhir karena melambatnya permintaan di dalam negeri dan dampak dari perselisihan perang tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan China mengurangi pendapatan.

Terlepas dari tanda-tanda kemajuan negosiasi perdagangan baru-baru ini, adanya ketidakpastian yang tumbuh tentang apakah Beijing dan Washington dapat mencapai kesepakatan yang akan menunda kenaikan tarif A.S. lain pada barang-barang Cina yang dijadwalkan mulai berlaku pada 15 Desember.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa lalu, bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan pada fase pertama dari suatu perjanjian.

Indeks harga produsen China, dilihat sebagai indikator utama dari profitabilitas perusahaan terpantau turun dengan tingkat paling tajam dalam lebih dari tiga tahun pada Oktober karena harga bahan baku turun. PM manufaktur resmi negara itu juga menunjukkan kontraksi dalam aktivitas untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan September karena pesanan ekspor baru menurun untuk bulan ke 17 berturut-turut.

Ekspor China turun secara tahunan untuk ketiga kalinya berturut-turut pada Oktober, meskipun pada tingkat yang lebih lambat dari yang diperkirakan. Untuk periode bulan Januari-Oktober, keuntungan perusahaan industri turun 2,9% dari tahun sebelumnya menjadi 5,02 triliun yuan, dibandingkan dengan penurunan 2,1% pada Januari September.

Bank sentral China pada hari Senin memperingatkan akan meningkatnya risiko penurunan ekonomi karena pertumbuhan perekonomian masih belum stabil meski sudah dilakukan berbagai stimulus fiskal dan moneter diperkenalkan pada tahun ini.

Sebuah jajak pendapat Reuters dari para analis memperkirakan pertumbuhan China akan tergelincir ke level terendah dalam 30 tahun mendekati 6,2% tahun ini dan kemudian turun menjadi 5,9% pada tahun 2020, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh Beijing.

Liabilitas perusahaan industri meningkat 4,9% dari tahun sebelumnya menjadi 66,74 triliun yuan pada akhir Oktober, dibandingkan dengan kenaikan 5,4% pada akhir September. Keuntungan sektor swasta naik 5,3% pada Januari-Oktober, melambat dari 5,4% dalam periode Januari-September. Data tersebut mencakup perusahaan-perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari 20 juta yuan dari operasi utama mereka.