Meningkatnya Selera Resiko Investor Terus Tekan Dolar

JAVAFX – Dolar AS masih berada dekat level terendah harian pada Selasa pagi dengan mata uang beresiko yang masih melanjutkan penguatan. Terhadap enam mata uang utama, dolar tertekan ke level 96.53 atau dekat level terendah dua mingguan.

Yuan China melonjak naik dengan pasar saham yang menguat mendorong yuan menembus batas $7.  Lonjakan terjadi setelah editorial di China Securities Journal yang berafiliasi dengan Xinhua yang dikelola pemerintah mengatakan fundamental meletakan dasar untuk pasar bullish yang sehat.

Gold Trading

Data juga menunjukan aktivitas industry jasa AS rebound ke level 57,1 diatas ekspektasi 50,2.

Dorongan yang lebih tinggi dalam mata uang beresiko mingu ini dating meskipun penyebaran virus corona yang cepat dapat meragukan pemulihan global. Sementara itu dolar Selandia Baru (NZD) menguat mendekati level tertinggi tahun ini. Kiwi naik sebanyak 0,3% ke level tertinggi satu bulan menguji resistance 0.6585.

Euro kemarin sempat naik ke $1.13446 dan pagi ini mencoba lagi ke $1.13317 sedangkan Dolar Australia stabil di level $0.69570 jelang keputusan RBA.

Dari pasar ekuitas atau saham, investor merespon data services PMI AS yang positif dengan membawa indeks saham Dow Jones dan lainnya menguat.