Menkeu: Ekonomi Korsel Mulai Memulih Meski Covid-19 Tetap Menjadi Risiko

JAVAFX – Kementerian Keuangan Korea Selatan pada hari Jumat (14/2) mengatakan perekonomian mulai pulih berkat peningkatan kepercayaan konsumen dan beberapa indikator ekonomi, meski adanya hambatan dari wabah virus corona yang dapat menunda perbaikan ekonomi lebih lanjut.

“Harga tetap chip DRAM dan ekspektasi pemulihan ekonomi global terlihat meningkat, tetapi ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi global, termasuk China dan tren pemulihan dalam ekonomi (Korea Selatan) terkendala tergantung pada perkembangan wabah virus corona,” jelas Menkeu Korsel.

Gold Trading

Indikator ekonomi baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada ekonomi terbesar keempat di Asia.

Menurut data dari Badan Statistik Korea menunjukkan bahwa, Indeks sentimen konsumen komposit Bank Korea pada bulan Januari terpantau naik menjadi 104,2 dari 100,5 dari sebulan sebelumnya, menandai pembacaan tertinggi sejak Juni 2019. Inflasi tahunan negara itu juga meningkat pada Januari menjadi yang tercepat dalam 14 bulan.

Menkeu itu juga mengatakan penjualan diskon dan toko online yang meningkat dan peningkatan wisatawan Tiongkok akan mendukung penjualan ritel pada bulan Januari, meskipun penjualan department store dan sektor otomotif yang lesu membebani data keseluruhan. Kementerian tidak mengatakan apakah pihaknya memperkirakan virus corona akan memengaruhi jumlah pariwisata China setelah periode ini.

Penjualan ritel Korea Selatan pada Desember tahun lalu naik 4,6% dari tahun sebelumnya, didorong oleh barang tahan lama seperti mobil. Output pabrik negara Desember juga melonjak pada produksi chip yang melonjak, menandai lompatan tercepat dalam lebih dari tiga tahun.

Pemerintah China mengumumkan pada hari Jumat (14/2) pagi bahwa jumlah korban meninggal akibat terinfeksi cirus corona di Provinsi Hubei terus bertambah, setelah adanya 116 kasus kematian baru.

Jumlah korban meninggal akibat dari terinfeksi virus corona di Provinsi Hubei, China melonjak hingga 1.483 jiwa pada hari Jumat (14/2), angka kematian harian baru sebesar 116 orang dan dengan jumlah orang yang terjangkit virus tersebut di China mencapai 64.627 orang. Sementara di seluruh dunia, virus corona “Covid-19” telah menginfeksi setidaknya 26 negara, dengan lebih dari 65.200 terpapar.

Penyebaran wabah Covid-19 ini ini telah memberikan hantaman keras pada Partai Komunis China yang berkuasa dan menjadikan salah satu tantangan terberatnya selama bertahun-tahun serta menghambat perekonomian terbesar kedua di dunia.

Jepang mengkonfirmasi kematian akibat dari virus corona pertamanya pada hari Kamis, seorang wanita berusia 80-an yang tinggal di prefektur Kanagawa dekat Tokyo. Kematian itu adalah yang ketiga di luar daratan Cina, setelah dua lainnya di Hong Kong dan Filipina.

Jepang adalah salah satu yang terkena dampak terburuk dari lebih 22 dari negara dan wilayah lain di luar daratan Cina yang telah terinfeksi dari penyakit tersebut.