Minyak Brent di atas 100 dolar di tengah ketakutan resesi dan pasokan

Harga minyak mendapatkan kembali beberapa pijakan di perdagangan Asia pada Kamis sore, setelah kerugian tajam dalam dua sesi sebelumnya karena investor mengembalikan fokus mereka ke pasokan yang ketat bahkan ketika kekhawatiran resesi global berlanjut.

Harga minyak mentah berjangka Brent menguat 16 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 100,85 dolar AS per barel pada pukul 06.37 GMT.

Minyak mentah berjangka WTI naik 18 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 98,71 dolar AS per barel.

Harga minyak berayun antara kerugian sekitar dua dolar AS dan keuntungan hampir satu dolar AS di sesi yang bergejolak.

“Kekhawatiran resesi terus meningkat dan itu jelas meningkatkan beberapa kekhawatiran untuk prospek permintaan,” kata Kepala Penelitian Komoditas ING, Warren Patterson.

“Namun, fundamental yang mendukung berarti penurunan lebih lanjut relatif terbatas.” Dia menambahkan sulit untuk terlalu bearish pada harga minyak karena spread bulanan Brent tetap dalam backwardation (harga berjangka lebih rendah dari harga spot) yang lebar, menunjukkan pasokan yang ketat.

Juga, “pembicaraan nuklir Iran baru-baru ini tampaknya tidak mencapai banyak hal,” kata Patterson.

Washington memperketat sanksi terhadap Iran pada Rabu (6/7/2022), menekan Teheran karena berusaha untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015.

Consultancy Eurasia Group mengurangi kemungkinan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran tahun ini menjadi 35 persen dari 40 persen, dengan mengatakan Teheran “kemungkinan ambivalen” tentang kesepakatan.

Dalam beberapa minggu terakhir harga minyak telah turun bersama komoditas lain seperti logam dan minyak sawit karena bank-bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga untuk memerangi lonjakan inflasi, mengipasi kekhawatiran perlambatan ekonomi yang tajam, dan pukulan terhadap permintaan komoditas.

Harga minyak Brent dan WTI ditutup di level terendah sejak 11 April pada Rabu (6/7/2022) .

Penurunan mengikuti kejatuhan dramatis pada Selasa (5/7/2022) meskipun pasokan global ketat.

WTI jatuh 8,0 persen, sementara Brent jatuh 9,0 persen – penurunan 10,73 dolar AS yang merupakan terbesar ketiga untuk kontrak sejak mulai diperdagangkan pada 1988.

Konsultan FGE masih memperkirakan permintaan akan tumbuh sekitar 2 juta barel per hari hingga akhir 2023 karena perlambatan ekonomi yang membayangi sebagian diimbangi oleh pemulihan mobilitas yang berkelanjutan.

“Jika perkiraan resesi tidak parah, harga minyak mentah akan tetap di kisaran 100 dolar AS per barel untuk 2-3 tahun ke depan,” kata Fereidun Fesharaki dari FGE.

Pedagang mengawasi kemungkinan gangguan pasokan minyak di Caspian Pipeline Consortium (CPC), yang telah diberitahu oleh pengadilan Rusia untuk menangguhkan aktivitas selama 30 hari.

Ekspor di CPC, yang menangani sekitar 1,0 persen dari pasokan minyak global, masih mengalir hingga Rabu pagi (6/7/2022).

Selain itu investor sedang menunggu data pemerintah AS yang akan dirilis pada Kamis yang akan menjelaskan keadaan persediaan minyak dan bahan bakar domestik.

Data industri pada Rabu (6/7/2022) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sekitar 3,8 juta barel pekan lalu, menurut sumber pasar.

Persediaan bensin turun 1,8 juta barel, sementara stok sulingan turun sekitar 635.000 barel.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.