Minyak Mentah Terseret Fokus Pasar Pada Plafon Utang AS

0
66
Crude Oil
Crude Oil Price

Harga minyak mencatat penurunan di sesi Kamis di tengah kehati-hatian pasar atas fokus pada negosiasi batas utang AS. Minyak mentah mengalami lonjakan pada sesi sebelumnya karena optimisme terhadap permintaan bahan bakar AS. Dolar AS bertahan di dekat puncak tujuh minggu, membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Kontrak berjangka Brent turun 37 sen, atau 0,5%, menjadi $76,59 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 34 sen, atau 0,5%, di $72,49 per barel. Penurunan tajam dalam persediaan bensin AS karena melonjaknya permintaan mencapai level tertinggi sejak 2021, dan optimisme seputar negosiasi batas utang AS, membantu minyak mentah acuan naik lebih dari $2 pada hari Rabu.

Presiden Joe Biden dan anggota Kongres AS dari Partai Republik Kevin McCarthy pada Rabu menegaskan tekad untuk segera mencapai kesepakatan batas utang pemerintah federal sebesar $31,4 triliun dan menghindari kebangkrutan ekonomi yang dapat membawa dampak buruk yang harus dicapai dan disetujui oleh kedua lembaga Kongres sebelum pemerintah kehabisan uang untuk membayar utang, yang dapat terjadi secepatnya pada 1 Juni.

Selain itu, tekanan harga juga disebabkan oleh kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS. pasar memperkirakan kemungkinan sekitar 20% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni, sedangkan sebulan yang lalu, pasar memperkirakan kemungkinan sekitar 20% adanya pemotongan suku bunga.

Kekuatan data ekonomi AS bulan April, ditambah dengan optimisme tentang negosiasi batas utang dan kondisi saham perbankan regional telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.