Minyak naik dipicu prospek pemulihan ekonomi global, Brent 63,16 dolar

Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah rebound sekitar satu persen sehari sebelumnya, didorong membaiknya prospek pemulihan ekonomi global dan setelah data menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 42 sen menjadi ditutup pada 63,16 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 44 sen menjadi menetap di 59,77 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Stok minyak mentah AS turun 3,5 juta barel pekan lalu, tetapi persediaan bensin melonjak 4,0 juta barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) dibandingkan dengan ekspektasi dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan bensin 221.000 barel.

“Jika Anda tidak perlu membuat bensin, maka Anda tidak perlu menggunakan lebih banyak minyak mentah,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho Securities.

Harga minyak mendapat dukungan dari indikasi Federal Reserve AS bahwa pembuat kebijakan secara universal optimis dalam prospek ekonomi mereka secara keseluruhan.

Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (6/4/2021) mengatakan pengeluaran publik yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memerangi COVID-19 akan mendorong pertumbuhan global menjadi 6,0 persen tahun ini, tingkat yang belum tercapai sejak tahun 1970-an, yang juga membantu prospek permintaan bahan bakar, yang juga membantu harga-harga.

Namun, meningkatnya kasus COVID-19 di Amerika, yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kematian terkait virus corona minggu lalu, membuat harga tidak bergerak jauh lebih tinggi.

Pasar minyak mentah global juga dapat menghadapi peningkatan pasokan karena Iran dan kekuatan utama dunia mengambil langkah-langkah untuk menghidupkan kembali perjanjian yang membekukan pengembangan senjata nuklir Iran.

Iran dan kekuatan dunia sepakat untuk membentuk kelompok kerja guna membahas kemungkinan menghidupkan kembali kesepakatan 2015 yang dapat menyebabkan Washington mencabut sanksi pada sektor energi Iran dan meningkatkan pasokan minyak.

“Iran adalah satu-satunya risiko pasokan naik terbesar untuk pasar minyak,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Harga minyak turun awal pekan ini setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, setuju untuk secara bertahap memangkas pengurangan produksi minyak mulai Mei.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Alasan Arab Saudi Jalankan Komitmen Pangkas Produksinya

JAVAFX - Disiplin produksi yang ketat oleh OPEC dan mitranya adalah alasan paling wahid, mengapa harga minyak berhasil melakukan pemulihan yang luar biasa dan...

Tertekan Yield Obligasi AS,Emas Diperdagangkan Dalam Kisaran Harga $1730-60

JAVAFX - Mengawali perdagangan minggu ini, pada hari Senin (12/04/2021) harga emas berakhir turun di bursa perdagangan berjangka AS. Harga jatuh akibat kenaikan imbal...

Makin Banyak Warga AS yang Divaksinasi, Biden Tingkatkan Bantuan Luar Negeri

Ketika AS semakin mendekati tujuannya untuk memvaksinasi 200 juta warga Amerika pada akhir April 2021, pemerintahan Biden mengambil langkah untuk membantu berbagai negara lain...

Harga Emas Terkoreksi, Komitmen Kenaikan Siap Diuji

JAVAFX - Harga emas turun pada hari Rabu (07/04/2021) sehari setelah mencapai puncak lebih dari satu minggu, sebagai data ekonomi yang kuat dari Amerika...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502