Minyak Rebound Ditopang Aktivitas Menufaktur China

USA Dallas Fed Manufacturing Index (Actual) 12 VS 7 (Forecast) **BETTER**

Data Dallas Fed Manufacturing Index USA dilaporkan sebesar 12. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 7.

USA Pending Home Sales MoM (Actual) -1.1 VS 1 (Forecast) **WORSE**

Data Pending Home Sales MoM USA dilaporkan sebesar -1.1. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 1. Di saat yang sama,...

USA Chicago PMI (Actual) 58.2 VS 58.5 (Forecast) **WORSE**

Data Chicago PMI USA dilaporkan sebesar 58.2. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 58.5.

Canada Current Account (Actual) -7.5 VS -10 (Forecast) **BETTER**

Data Current Account Canada dilaporkan sebesar -7.5. Data ini lebih baik daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di -10. Di saat yang sama, Canada juga...

Kushner penasihat Trump bertolak ke Arab Saudi dan Qatar

Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner dan timnya berangkat ke Arab Saudi dan Qatar minggu ini untuk melakukan pembicaraan di kawasan itu, yang sedang...

Covid-19: Swiss 8,782 vs ( +8,782 )

Swiss melaporkan penambahan 8,782 kasus baru COVID-19 pada tanggal 30 November 2020. Saat ini, total kasus COVID-19 di Swiss berjumlah 327,072 dan total kasus aktif...

JAVAFX – Pada perdagangan dibursa komoditi pada hari Senin (2/12), minyak mentah berjangka terpantau naik lebih dari 1% karena meningkatnya aktivitas manufaktur di China sehingga meningkatnya permintaan bahan bakar dan mengisyarakatkan bahwa OPEC bisa mengindikasi penurunan pasokan minyak di tahun depan.

Minyak mentah berjangka Brent naik 76 sen atau 1,3% dilevel $61,25 per barel, minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 91 sen atau 1,7% menjadi $56,08 per barel,

Pada perdagangan dihari Jumat lalu, kontrak berjangka WTI ditutup melemah 5,1% sementara Brent anjlok 4,4% di tengah kekhawatiran bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, dua pengguna minyak terbesar dunia serta terganggu oleh dukungan AS untuk para pemrotes di Hong Kong.

Tetapi minyak naik pada hari Senin setelah aktivitas pabrik pada bulan November di Cina, importir minyak terbesar dunia, meningkat untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan karena meningkatnya permintaan domestik di tengah langkah-langkah stimulus pemerintah.

Indikator aktivitas pabrik resmi China pada hari Sabtu juga mengejutkan, kembali ke pertumbuhan untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan karena permintaan domestik meningkat sebagai tanggapan terhadap langkah-langkah stimulus.

Survei resmi lebih berfokus pada industri berat daripada Caixin, yang diyakini mencakup perusahaan-perusahaan yang lebih berorientasi ekspor. Kedua survei juga mencakup wilayah geografis yang berbeda.

Survei Caixin menunjukkan total pesanan baru dan produksi pabrik tetap pada level yang tinggi pada bulan November, meskipun mereka sedikit menurun dari rekor tertinggi pada bulan sebelumnya, ketika mereka tumbuh tercepat dalam lebih dari enam tahun dan hampir tiga tahun.

Harga juga didukung setelah menteri perminyakan Irak mengatakan pada hari Minggu bahwa OPEC dan produsen sekutu akan mempertimbangkan untuk memperdalam pengurangan produksi minyak mereka sekitar 400.000 barel per hari (bph) menjadi 1,6 juta bph.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutu termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC +, diharapkan paling tidak memperpanjang pengurangan produksi yang ada hingga Juni 2020 ketika mereka bertemu minggu ini.

Kelompok OPEC + telah mengoordinasikan hasil selama tiga tahun untuk menyeimbangkan pasar dan mendukung harga. Kesepakatan mereka saat ini untuk memangkas pasokan hingga 1,2 juta barel per hari yang dimulai sejak Januari berakhir pada akhir Maret 2020.

Menurut survey Reuters menemukan bahwa produksi minyak OPEC turun pada November karena produksi Angola turun karena pemeliharaan dan Arab Saudi menutup pasokan untuk mendukung harga sebelum penawaran publik perdana milik negara Saudi Aramco.

Rata-rata, OPEC memompa 29,57 juta barel per hari bulan lalu, menurut survei, turun 110.000 barel per hari dari angka revisi Oktober. Tetapi produksi A.S. terus meningkat, mengisi kesenjangan yang ditinggalkan oleh OPEC, dengan output pada bulan September meningkat ke rekor baru 12,46 juta barel per hari (bph).

Latest Articles

Pertemuan OPEC+, Perpanjang Pemotongan Atau Naikkan Produksi Bertahap

JAVAFX - Anggota OPEC + akan mempertimbangkan apakah akan memperpanjang pemotongan minyak yang ada selama tiga hingga empat bulan kedepan atau secara...

Sejumlah Fundamental Negatif Membebani Emas

JAVAFX - Tak sedikit pelaku pasar yang tergoda untuk berpikir bahwa pergerakan indek Dolar AS yang lebih rendah baru-baru ini akan mendorong...

Emas Menuju Penurunan Bulan Keempat Beruntun

Harga emas kembali diperdagangkan lebih rendah pada hari Senin diakhir bulan November. Emas tertekan turun dibawah level $1770,00 Senin pagi yang merupakan...

Survei: infeksi COVID-19 Inggris turun 30 persen selama lockdown

Infeksi COVID-19 telah turun 30 persen saat penguncian nasional (lockdown) selama sebulan di Inggris. Fakta itu diperlihatkan pada Senin (30/11) lewat sebuah penelitian...

Optimisme Pasar Meningkat, Emas Anjlok Ke Level Rendah Lima Bulan

Harga emas lagi ke level lebih rendah pada sesi Asia Senin pagi karena investor melihat masa depan yang lebih optimis.

Reli Emas Masih Nyata Atau Tinggal Impian

JAVAFX - Tahun ini telah terbukti menjadi ajang spekulasi emas dan impian investor setelah logam mulia ini reli dengan keras untuk mencapai...

WHO: Jumlah kematian akibat malaria melebihi COVID-19 di Afrika

Kematian akibat malaria di sub-Sahara Afrika jauh lebih parah daripada yang diakibatkan COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pada Senin. Menurut WHO, keadaan itu disebabkan...

Biden diprediksi tunjuk ekonom senior masuk tim ekonomi

Presiden terpilih Joe Biden diperkirakan menunjuk mantan penasihat pemerintahan Obama, Neera Tanden, selaku direktur kantor anggaran Gedung Putih dan ekonom Cecilia Rouse selaku ketua...

Menyikapi Jatuhnya Harga Emas Dibawah 1800

JAVAFX - Minggu ini tidak terlalu bagus untuk mendapatkan keuntungan dalam perdagangan emas. Harga logam mulia jatuh dari $ 1.840 menjadi $...

Perekonomian Optimis Rebound, Emas Lanjutkan Koreksinya

JAVAFX - Melanjutkan aksi jual sejak minggu lalu, harga emas kembali bergerak turun diawal perdagangan sesi Asia (30/11/2020) saat gagal bertahan diatas...

Get the daily news in your inbox

Related Articles

WHO sebut vaksin dapat kendalikan COVID pada 2021

Pakar kedaruratan terkemuka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (26/11) menyebutkan bahwa penggunaan vaksin COVID-19 dapat memungkinkan dunia mengendalikan penyakit tersebut tahun depan. "Kehidupan yang...

AstraZeneca Kemungkinan Akan Lakukan Uji Coba Tambahan

CEO AstraZeneca mengatakan kemungkinan akan melakukan uji coba global tambahan untuk menilai kemanjuran vaksin Covid-19 dengan menggunakan dosis yang lebih rendah.

Minyak Mentah AS Melonjak Saat Ketidak Pastian Politik Mereda

JAVAFX - Harga minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan dengan keuntungan hampir $ 2 atau 4,5% pada hari Selasa (24/11/2020),...

Trump akan tinggalkan Gedung Putih jika Electoral College pilih Biden

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (26/11) mengatakan akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memilih presiden terpilih dari Partai Demokrat, Joe Biden. Dalam...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502