Minyak Terpleset Karena Stok Menumpuk

JAVAFX – Pada perdagangan bursa komoditi, Minyak mentah berjangka terpantau turun pada hari Rabu (27/11) setelah laporan industri menunjukkan adanya peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, tetapi optimisme di sekitar penandatanganan fase pertama kesepakatan perang tarif perdagangan antara Amerika Serikat – China membatasi penurunan harga yang lebih dalam.

Minyak mentah berjangka Brent turun 19 sen atau 0,3% di level $64,08 per barel, jika dibandingkan dengan hari Selasa yang naik sekitar 1%. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 17 sen atau 0,29% di level $58,24 per barel.

Gold Trading

Penurunan pada hari Rabu membalikkan kenaikan dua hari dengan WTI naik 1,1% hingga Selasa dan Brent naik 1,4% selama periode dengan harapan bahwa China dan Amerika Serikat.

Data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan Stok minyak mentah AS naik 3,6 juta barel dalam sepekan ke 22 November menjadi 449,6 juta, jika dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 418.000 barel.

Data inventaris resmi dari Administrasi Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis Rabu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa AS dan China hampir mencapai kesepakatan pada fase pertama dari perjanjian perang tarif perdagangan setelah wakil dari kedua negara berbicara melalui telepon dan setuju untuk terus bekerja pada masalah yang tengah membebani perkonomian global.

Tetapi sementara Trump mengatakan Washington berada dalam “pergolakan akhir” kesepakatan perdagangan dengan Beijing, ia juga menggarisbawahi dukungan AS untuk pengunjuk rasa di Hong Kong, dipandang sebagai titik sakit bagi Beijing.

Komentar Trump datang bersamaan dengan data ekonomi yang melemah dari perkiraan yang menunjukkan kontraksi bulanan keempat berturut-turut dalam kepercayaan konsumen dan penurunan tak terduga dalam penjualan rumah baru pada Oktober.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam pakta pemotongan produksi, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, akan mulai mengadakan pertemuan pada 4 Desember mendatang di Wina untuk memeriksa kebijakan produksinya. OPEC berencana untuk bertemu pada 5 Desember dan kemudian pertemuan kelompok OPEC + pada 6 Desember akan membuat pengumuman akhir tentang kebijakan masa depan.

Kelompok OPEC + sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari hingga Maret 2020 untuk mendorong harga. Mereka diperkirakan akan memperpanjang kebijakan, mungkin sampai Juni.