Javafx.co.id-Memasuki perdagangan Jumat, 17 April 2026, Nasdaq terlihat bergerak stabil di area tinggi setelah reli yang kuat sebelumnya, mencerminkan fase konsolidasi pasar. Sektor teknologi, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (AI), masih menjadi penopang utama indeks, dengan minat investor terhadap saham growth tetap solid. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong sentimen risk-on dan menjaga kekuatan pasar.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran, dengan menyebut bahwa Teheran mulai menerima sejumlah persyaratan yang sebelumnya ditolak. Ia juga mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang kemudian dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Perkembangan ini memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global, khususnya dalam meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
Meski demikian, pergerakan Nasdaq masih dibayangi oleh ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dari The Fed, di mana ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai berkurang. Di sisi lain, pelaku pasar juga semakin selektif dalam merespons laporan keuangan perusahaan, terutama jika proyeksi ke depan dinilai kurang kuat. Kombinasi antara sentimen positif dan tekanan ini membuat Nasdaq cenderung bergerak sideways dengan bias bullish yang terbatas dalam jangka pendek.
Pergerakan yang tertahan di area tinggi mencerminkan mulai berkurangnya momentum bullish, di tengah sikap investor yang lebih berhati-hati terhadap valuasi saham teknologi serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dari The Fed. Kondisi ini membuat Nasdaq berpotensi mengalami koreksi jangka pendek, meskipun secara keseluruhan tren utama masih didukung oleh sentimen positif sektor teknologi.
Trading aja dulu
diJAVAaja




