Para Trader Menanti, Akankah Perang Dagang Amerika-Tiongkok Terjadi ?

Perang dagang global memulai hitungan mundur. Pemerintahan AS Donald Trump pada Jumat ini akan memberlakukan tarif impor pada Tiongkok sebesar US$ 34 miliar. Tak sampai di situ, Trump akan mengenakan tarif impor barang US$ 450 miliar. Bursa Wall Street naik tapi bursa Tiongkok melemah karena perang tariff ini mengancam perkembangan ekonomi Tiongkok.

Saat ini Tiongkok sedang alami perlambatan ekonomi karena menurunnya aktivitas ekonomi akibat pengetatan pinjaman berisiko yang menaikkan biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen di Tiongkok. Karena hal itulah yang kemungkinan membuat Kementerian Keuangan Tiongkok menyatakan, tidak akan memulai perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Tiongkok mengaku tidak akan memulai perang dagang tetapi akan merespons langkah-langkah AS, sekalipun karena perbedaan waktu sekitar 12 jam memang memberi keuntungan pada Tiongkok yang bisa terlebih dahulu memulai pengenaan tarif impor pada 6 Juli tengah malam waktu Beijing atau 5 Juli waktu Washington.

Gold Trading

Jurubicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng memperingatkan, tarif AS akan menambahkan tarif pada perusahaan dari semua negara, termasuk perusahaan Tiongkok dan AS.  Tiongkok tidak akan tunduk menghadapi ancaman dan pemerasan serta bertekad mempertahankan perdagangan bebas dan sistem multilateral. Meski begitu, Gao tidak mau menyebut perusahaan AS yang akan menjadi target. Perusahaan asing menyumbang US$ 20 miliar atau setara 59%, dari US$ 34 miliar ekspor dari Tiongkok yang akan dikenakan tarif baru AS.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang Tiongkok menyatakan, pihaknya tidak ingin perang dagang, tapi Tiongkok memiliki hak melindungi kepentingan mereka sendiri bila mereka dirugikan.

Rencana Tiongkok memberlakukan tarif pada ratusan barang AS, termasuk kedelai, sorgum dan kapas mengancam petani AS. Pembelian kedelai oleh Tiongkok sudah terhenti. Meski begitu, produsen mobil AS Ford Motor Co pada Kamis mengatakan, tak menaikkan harga eceran model yang diimpor dari Tiongkok.

Kini seluruh dunia menantikan langkah Trump, akankah Trump gentar dan tidak jadi memberlakukan tariff impor pada Tiongkok setelah melihat Tiongkok bersiap-siap untuk membalas aksi Amerika itu dengan akan mengenakan tariff impor yang sama kepada barang yang berasal dari Amerika atau akhirnya Trump tetap memberlakukan kebijakan tariff importnya kepada Tiongkok karena menganggap  Tiongkok hanya menggertak saja ditengah perlambatan ekonomi Tiongkok akibat menurunnya aktivitas ekonomi Tiongkok ? Kita nantikan bersama.