PDB Inggris Anjlok Hampir 20% Di Kuartal Kedua Karena Serangan Covid-19

Shionogi Jepang siapkan vaksin COVID-19 untuk uji coba Desember

Shionogi & Co sedang merencanakan uji klinis pada akhir tahun untuk menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang diproduksi di dalam negeri pertama di Jepang...

Europe Consumer Confidence Final (Actual) -15.5 VS -15.5 (Forecast) *As Expected*

Data Consumer Confidence Final Europe dilaporkan sebesar -15.5. Data ini sesuai dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di -15.5. Di saat yang sama, Europe juga...

United Kingdom BoE Consumer Credit (Actual) -0.6 VS 0.74 (Forecast) **WORSE**

Data BoE Consumer Credit United Kingdom dilaporkan sebesar -0.6. Data ini lebih buruk daripada ekspektasi pasar yang sebelumnya diperkirakan di 0.74. Di saat yang sama,...

Indeks Saham SENSEX India melemah 0.51%, turun 202 poin dan ditutup di 39720

Indeks Saham SENSEX India melemah 0.51% atau 202 poin dan ditutup di 39720 pada tanggal 29 Oktober 2020. Dari 26 saham perusahaan besar pilihan...

Covid-19: Indonesia 3,565 vs 4,029 ( -12%)

Indonesia melaporkan penambahan 3,565 kasus baru COVID-19 pada tanggal 29 October 2020. Saat ini, total kasus COVID-19 di Indonesia berjumlah 404,048 dan total kasus aktif...

Badai Zeta Akibatkan Banjir dan Listrik Padam di Louisiana

Badai Zeta menghantam Louisiana yang kelelahan dengan terpaan badai pada Rabu (28/10). Kota New Orleans tepat berada di jalur badai yang mencurahkan hujan lebat dan...

JAVAFX – Inggris mengalami rekor jatuhnya output ekonomi pada kuartal kedua tahun 2020 ketika tindakan penguncian wilayah diberlakukan dan orang memiliki sedikit ruang untuk berbelanja, meskipun penurunanya sedikit lebih kecil dari perkiraan semula.

Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris menyusut sebesar 19,8% dalam tiga bulan hingga Juni dibandingkan dengan kuartal pertama, sedikit lebih rendah dari perkiraan awal 20,4% tetapi masih lebih dari ekonomi negara maju lainnya, demikian laporan Kantor Statistik Nasional (ONS).
Penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak ONS mencatat dimulai tahun 1955. Data lain menunjukan bahw ainggris berada di jalur penurunan PDB tahunan sejak tahun 1920an.

Ekonomi Inggris telah menyusut sebesar 2,5% pada periode Januari-Maret karena negara tersebut memasuki lockdown pada akhir Maret. Rumah tangga menyimpan rekor 29,1% dari pendapatan mereka di kuartal kedua, naik dari 9,6% di kuartal pertama, karena kemampuan mereka untuk berbelanja di toko
dan restoran sangat dibatasi selama lockdown, sementara pendapatan didukung oleh program pekerjaan pemerintah yang berakhir berikutnya bulan.

“Sejauh ini data ekonomi telah terbukti lebih baik daripada asumsi awal Bank of England, tetapi dengan kasus COVID-19 yang kembali dan pembatasan meningkat, itu bisa segera berbalik,” kata Jon Hudson, fund manager di Premier Miton.
Inggris menderita jumlah kematian tertinggi di Eropa akibat COVID-19, dengan lebih dari 42.000 kematian.

Membandingkan output pada kuartal kedua dengan levelnya tahun sebelumnya, produk domestik bruto Inggris turun 21,5% – sama seperti di Spanyol – sementara Prancis melaporkan penurunan 19,0%.
Ekonomi Inggris telah pulih tajam sejak penguncian mulai berkurang dari Mei dan seterusnya, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pada hari Selasa bahwa dia memperkirakan ekonomi akan menunjukkan penurunan tahunan sebesar 7-10% pada kuartal ketiga.

Pound sterling belum banyak bergerak menjelang sesi Londong, tampak masih bergerak terbatas antara 1.28000 – 1.29000.

 

 

 

Swendy

Hot Topics

Emas naik, dolar tergelincir saat kekhawatiran virus corona berlanjut

Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa, dan nilai tukar dolar AS melemah saat kekhawatiran atas lonjakan kedua dalam kasus virus corona. Sementara investor menahan...

Westpac Berniat PHK 150 Karyawan, AUDUSD Di prediksi Melemah

Bank tertua dan terbesar kedua di Australia, Wespac Banking Corp berniat melakukan PHK 150 karyawannya karena hendak menghentikan pengoperasiannya di berbagai tempat...

Penguatan Dolar AS Karena Koreksi Teknikal

Pelemahan dolar AS kemarin masih terjadi karena masih adanya pengaruh dari optimisme pasar mengenai pembahasan stimulus corona antara Pemerintah dan DPR...

Related Articles

Seminggu Jelang Pilpres, Trump & Biden Kampanye di Negara-negara Bagian Utama

Dengan hanya kurang dari satu minggu menjelang pemilihan presiden 3 November, petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe...

Refinitiv : Permintaan Emas Oleh Bank Sentral Akan Turun Tajam

JAVAFX - Permintaan emas dari perhiasan dan bank sentral akan tetap turun tajam pada tahun 2021 daripada sebelum virus korona, tetapi investor...

Senat Setujui Pilihan Trump untuk Hakim Agung dengan Suara Partisan

Senat Amerika mengonfirmasi hakim banding federal Amy Coney Barrett untuk menduduki kursi di Mahkamah Agung dalam pemungutan suara 52-48 pada Senin (26/10) malam. Senator Republik...

Goldman Sachs Perkirakan Harga Minyak Tahun Ini $ 43,90 pbl.

JAVAFX - Goldman Sachs memperkirakan bahwa rata-rata harga minyak mentah Brent akan naik menjadi $ 59,40 tahun depan dari $ 43,90 tahun...