Penjualan Ritel Indonesia Melambat di Bulan Juni

JAVAFX – Bank Sentral Indonesia pada hari Selasa (11/8) mengatakan bahwa, Penjualan ritel Indonesia menunjukkan penurunan sebesar 17,1% pada bulan Juni dari tahun-ke-tahun, melambat dari kontraksi di bulan sebelumnya.

Penjualan ritel turun 20,6% dalam skala tahunan di bulan Mei.

Peningkatan pembelian BBM, makanan, minuman, dan tembakau, serta layanan komunikasi.

Survei Bank Indonesia memperkirakan penjualan turun 12,3% di bulan Juli, memperlambat laju penurunan lebih lanjut.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Peringatkan Lonjakan Kekerasan Senjata di Musim Panas

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertekad mengurangi kekerasan senjata ketika memperingatkan masyarakat AS terhadap bahaya atas lonjakan korban pembunuhan pada musim panas. "Kita hadapi...

Biden, Harris desak vaksinasi karena AS tampak meleset dari target

Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris pada Jumat (18/6) mendesak warga Amerika Serikat agar disuntik vaksin COVID-19, karena negara itu tampaknya akan...

Biden teken UU tentang libur 19 Juni, atasi ketakadilan historis AS

Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris menandatangani undang-undang pada Kamis (17/6) untuk menjadikan 19 Juni sebagai hari libur federal untuk memperingati...

Gedung Putih akan Cermati Rencana Rapat Umum Trump

Gedung Putih mengatakan sedang memperhatikan dengan seksama rencana rapat umum yang akan digelar oleh mantan presiden Donald Trump di Ohio dan negara bagian-negara bagian...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502