Pergerakan Harga Minyak Nantikan Data EIA

0
64

JAVAFX – Pergerakan harga minyak nantikan data EIA mengenai stok minyak pemerintah AS yang akan rilis malam ini dengan perkiraan akan melimpah lagi sehingga harga minyak hingga sore ini bergerak negatif.

Sampai berita ini ditulis, harga minyak jenis West Texas Intermediate kontrak Juli di bursa New York Mercantile Exchange divisi Comex untuk sementara bergerak melemah $0,16 atau 0,37% di level $43,35 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent kontrak Agustus di pasar ICE Futures London untuk sementara melemah $0,22 atau 0,48% di harga $45,80 per barel.

Meski tadi pagi American Petroleum Institute menyatakan bahwa persediaan minyak AS akan turun sebesar 2,720 juta barel di minggu lalu, harusnya harga minyak bisa positif hingga sore ini setelah semalam tertekan.

Namun mood investor belum beranjak dari posisi beli lebih lanjut karena kontrak penjualan minyak WTI sebanyak 70 ribu kontrak sedang menunggu untuk mendapatkan giliran dijual oleh investor minyak, dan ini merupakan pertanda bahwa pasar global sedang kelebihan stok sehingga dalam 2 hari ini harga minyak tampaknya akan diobral.

Produksi minyak WTI juga sudah mulai ditampung oleh beberapa ratus super tanker sebagai tempat penyimpanan sementara sehingga ini pertanda bahwa sudah tidak ada tempat di darat sebagai tempat penyimpanan minyak, artinya pula permintaan minyak juga mengalami saat-saat yang mengecewakan bagi produsen minyak.

Seperti kita ketahui bahwa pasar Asia adalah pasar terbesar pengkonsumsi minyak dunia. Jepang kemarin menyatakan bahwa sepanjang tahun ini Jepang sudah mengurangi impor minyaknya hingga 13,5%, demikian juga dengan India yang sama untuk mengurangi impor minyaknya di tahun ini sebesar 4,2%.

Sejauh ini Teluk Mexico merupakan salah satu tempat pengaktifan rig atau kilang minyak lepas pantai selain di Alaska, yang biasa dilaporkan Baker Hughes tiap minggunya sehingga Teluk Mexico merupakan surga minyak WTI.

Kondisi tekanan harga minyak masih berlanjut ketika Libya yang dibebaskan oleh OPEC untuk tidak ikut komitmen pengurangan produksi minyak OPEC 1,8 juta barel perhari, kemungkinan besar akan naik produksinya setelah salah satu kilang produksi minyak Libya yang bekerjasama sebelumnya dengan perusahaan Jerman, Wintershal, telah berhasil mencapai kata sepakat.

Produksi kilang Libya tersebut sekitar 50 ribu barel perhari, sehingga produksi minyak Libya bisa naik menjadi 850 ribu barel perhari, dan diperkirakan hingga akhir tahun ini kilang tersebut bisa berproduksi sekitar 100 ribu barel perhari sehingga total produksi minyak Libya dapat mencapai 1 juta barel perhari di akhir tahun.

Malam ini pasar menantikan stok minyak AS yang berdasar EIA. Terkadang data EIA dan API angkanya saling bersilangan. Diperkirakan bahwa EIA akan melaporkan persediaan minyak AS mengalami penurunan 1,2 juta barel di minggu lalu.

Sumber berita: Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters
Sumber gambar: Reuters