Peristiwa-Peristiwa Black Swan dan Peluang di Pasar Forex

Peristiwa-Peristiwa Black Swan dan Peluang di Pasar Forex
Peristiwa-Peristiwa Black Swan dan Peluang di Pasar Forex

Ada hubungan Peristiwa-Peristiwa Black Swan dan Peluang di Pasar Forex. Black Swan adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar dugaan dan menimbulkan kegemparan di pasar finansial. Biasanya jarang terjadi, namun bila terjadi, dampaknya sangat besar dalam jangka menengah hingga jangka panjang.

Istilah “Black Swan” (Angsa Hitam) bermula dari asumsi masyarakat Eropa di abad ke-17, bahwa semua angsa berwarna putih, padahal sebenarnya ada angsa hitam yang hidup di alam liar. Angsa hitam sering dilihat sebagai simbol untuk sesuatu yang tidak terprediksi dan berdampak besar dan di luar kendali.

Menurut Nassim Nicholas Taleb, seorang mantan trader Wall Street dalam buku berjudul “The Black Swan” yang diterbitkan tahun 2007, aneka penemuan ilmiah dan peristiwa yang menjadi fenomena Black Swan terjadi dengan tidak diramalkan sebelumnya. Misalnya adalah kemunculan internet, komputer pribadi, Perang Dunia I, termasuk peristiwa 11 September 2001 yang menenggelamkan mata uang dollar dalam sekejap, serangan Amerika terhadap Irak yang melambungkan harga minyak, dan lain-lain.

Beberapa Peristiwa Black Swan yang Pernah Terjadi :

  1. Krisis Finansial Asia tahun 1997 :

Pemicu Krisis Finansial Asia adalah keputusan Thailand untuk melepas patokan nilai tukar Baht terhadap Dolar AS dan akhirnya berdampak domino hingga terjadi devaluasi mata uang di seluruh Asia Tenggara dan Asia Timur. Sebagian besar mata uang Asia anjlok hingga 38% dan pasar saham dunia melorot hingga 60%. George Soros dituduh memicu krisis ini dengan melakukan  Aksi Jual atas Baht dan memanen profit dari jatuhnya mata uang-mata uang Asia.

  1. Anjloknya Saham Dot Com  di Tahun 2000 :

Harga saham  perusahaan Dot Com mulai meroket di tahun 1995 karena meluasnya penggunaan internet di dunia. Indeks NASDAQ (indeks saham AS yang berfokus pada emiten sektor teknologi) terlihat meningkat dari tahun 1995 hingga tahun 2000. Namun setelah mencapai posisi puncak, sejumlah perusahaan besar seperti Dell dan Cisco melakukan aksi jual atas saham-sahamnya, sehingga memicu panic selling. Akibatnya, dalam waktu kurang dari sebulan, nyaris satu triliun Dolar AS hangus dari pasar. Indeks komposit NASDAQ yang sempat naik 682% dari 751.49 pada Januari 1995 ke 5,132.52 pada Maret 2000, terjun bebas hingga 78% dan terdampar di 1114.11.

  1. Bangkrutnya Lehman Brothers Tahun 2008 

Lehman Brothers termasuk salah satu perusahaan jasa keuangan kawakan dunia dan menempati posisi bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat. Namun, pada 15 September 2008, Lehman Brothers mendadak mendeklarasikan kebangkrutan. Saat itu, perusahaan ini memiliki aset senilai $639 milyar dan utang sebesar $619 milyar, sehingga menjadikannya deklarasi kebangkrutan terbesar dalam sejarah akibat Krisis Subprime Mortgage.

Kekhawatiran menyebar ke seluruh dunia karena para investor khawatir lembaga-lembaga keuangan besar lainnya akan ikut tumbang. Namun dampak domino yang lebih besar berhasil ditekan, setelah pemerintah Amerika Serikat menyalurkan dana untuk mem-bail out perusahaan-perusahaan keuangan bermasalah yang berpusat di sana.

  1. Krisis Utang Yunani di Tahun 2010 

Pada tahun 2010, Yunani tiba-tiba mengumumkan bahwa negaranya menyembunyikan angka defisit anggaran negara yang sesungguhnya sehingga pasar kaget dan jatuh hingga pada tahun 2012, Yunani mendeklarasikan pernyataan gagal bayar utang pemerintah terbesar dalam sejarah bahkan pada 30 Juni 2015, Yunani menjadi negara maju pertama yang gagal membayar cicilan utang pada International Monetary Fund (IMF).

Pasar finansial beraksi spontan, sehingga berdampak pada anjloknya pasar saham Asia dan Eropa dan membuat investor dan trader global langsung memburu Emas dan Obligasi Pemerintah AS sebagai safe haven.

Walau gejolak mereda, tapi investor dan trader global yang memperdagangkan mata uang Euro di pasar forex masih sering berhati-hati jika terdapat kabar rapat renegosiasi hutang Yunani dalam berita ekonomi.

  1. Bencana Nuklir Fukushima di Tahun 2013

Akibat gempa dan Tsunami di Jepang pada tahun 2013, mengakibatkan kebocoran di instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima yang memunculkan trauma dunia akan insiden Chernobyl (1986) yang meluluh lantakkan satu kawasan di Eropa Timur dengan kontaminasi radiasi masih membekas hingga kini.

Akibatnya, NIKKEI 225 anjlok 14%, mencatatkan penurunan terburuk dalam 40 tahun. Di Amerika Serikat, Dow Jones juga melorot 1.15%.

  1. Patokan Franc Swiss Dicabut di Tahun 2015 

Nilai tukar Franc Swiss dipatok 1.20 Franc per Euro. Namun, Swiss National Bank (SNB) mencabut patokan harga tersebut sekaligus menurunkan suku bunga depositnya, sehingga seketika menggemparkan dunia finansial dan membuat Franc Swiss melesat 30% versus Euro dan melonjak 25% versus Dolar AS serta membuat indeks saham Swiss merosot 10 persen dalam waktu singkat.

Bukan hanya banyak trader yang langsung bangkrut karena ketahanan modalnya tidak cukup, tapi juga broker forex yang terpaksa gulung tikar seperti Alpari (Inggris) atau menanggung hutang besar setelahnya seperti FXCM (Amerika).

  1. Hasil Referendum Brexit : Inggris Keluar Dari Uni Eropa di Tahun 2016

Hasil Referendum Brexit di luar dugaan. Kubu Pro Brexit unggul dengan selisih tipis versus Kubu Pro Uni Eropa, sehingga seketika membuat GBPUSD berada di level terendah dalam 31 tahun (sejak 1985).

Secara global, kepanikan pasca pengumuman hasil referendum tersebut menghapus sekitar $2 triliun dari pasar finansial dunia. Hingga kini, para pelaku pasar masih mengamati perkembangan peristiwa ini dengan hati-hati. Kelancaran perundingan Brexit antara Inggris-Uni Eropa dan kesehatan ekonomi Inggris hingga tiba waktu perpisahannya terus dipantau massa.

Bagaimana Peluang yang bisa diambil di pasar Forex ?

Sebagian besar dari peristiwa Black Swan ini menyebabkan terjadinya Panic Selling baik di saham maupun mata uang yang bersangkutan di berbagai negara akibat kekhawatiran bahwa peristiwa ini dapat berdampak dalam jangka waktu yang panjang.

Hal ini justru dapat dimanfaatkan oleh para trader Forex Online untuk melakukan aksi jual mata uang negara yang terkena dampak krisis untuk memperoleh keuntungan,

kecuali mata uang Save Havens seperti JPY dan CHF. Dalam trading Forex Online yang memiliki Two Ways Opportunities sehingga bisa mengambil keuntungan dari harga naik maupun harga turun.

Contohnya: George Soros melakukan aksi jual mata uang Bath dan mata uang negara-negara asia Tenggara lainnya di Krisis Finansial Asia tahun 2017. Peristiwa Yunani dan Brexit disikapi juga dengan aksi jual Euro dan Poundsterling secara besar-besaran sehingga para trader Forex Online yang mengambil posisi jual saat itu tidak mengalami kerugian, malahan justru meraih profit yang besar. Ketika terjadi peristiwa Fukusima pasca gempa dan tsunami di Jepang, sebagai Save Havens, terjadi aksi penarikan dana Yen Jepang besar-besaran kembali ke negaranya sehingga Yen Jepang malah menguat dan banyak para trader Forex Online yang mengambil keuntungan dari penjualan USDJPY.

Untuk mendapatkan free signal trading, analisa market mingguan, full support langsung dari analis,

Hubungi JAVAFX :

Phone / WhatsApp : 082116448874

Apakah Anda membutuhkan informasi Training JAVAFX, Introducer Broker – IB, belajar forex, teknikal forex, signal forex, strategi forex dan analisa forex untuk melakukan transaksi trading forex, trading emas, trading oil, trading index minggu ini? Segera Hubungi Analis JAVAFX

Author :  Lien Doe Zhang

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.