Pertumbuhan Inflasi Melambat, RBA Khawatir Akan Pertumbuhan Upah

JAVAFX – Berita ekonomi yang dirilis pada hari rabu(26/7/2017), telah memperlihatkan pertumbuhan inflasi di Australia tengah melambat di bulan Juni.

Melambatnya pertumbuhan inflasi tersebut merupakan indikasi tekanan harga yang mulai mereda setelah mengalami kenaikan tajam pada awal tahun ini.

Di sisi lain, melambatnya kondisi pertumbuhan inflasi konsumen Australia di kuartal dua ini akan mampu menarik perhatian RBA, sebab tugas utama bank sentral ini tidak lain adalah menjaga stabilitas keuangan dan mengendalikan pertumbuhan inflasi.

Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyebutkan pertumbuhan inflasi konsumen telah naik sebesar 0.2% di bulan Juni setelah naik 0.5% di bulan Mei.

Survei ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan inflasi konsumen akan mengalami kenaikan sebesar 0.4% di bulan Juni.

Sedangkan dalam basis tahunannya, pertumbuhan inflasi konsumen Australia telah tumbuh sebesar 1.9% di bulan Juni, dari hasil bulan sebelumnya yang tercatat naik sebesar 2.1%.

Secara keseluruhan, kenaikan harga yang signifikan pada kuartal dua ini telah terjadi di sektor jasa kesehatan medis, dimana terpantau naik sebesar 4.1%. Di tempat ke dua, kenaikan harga telah merambah ke sektor properti dengan naik sebesar 0.9% disusul dengan tembakau serta bir yang naik sebesar 1.0%.

Sementara dalam kesaksian Gubernur Bank Sentral Australia hari ini telah memperlihatkan kekhawatiran atas pertumbuhan upah tenaga kerja.

Philip Lowe melihat adanya sebuah tantangan besar yang harus dihadapi oleh bank sentral akibat pertumbuhan upah yang melambat.

Menurut Lowe, apabila pertumbuhan upah tetap rendah maka masalah tersebut akan memperpanjang pertumbuhan inflasi yang rendah ke depannya.

Philip Lowe juga menambahkan bahwa saat ini kerangka kerja kebijakan moneter bank sentral telah disesuaikan dengan kondisi global dan ekonomi domestik.

Selain itu, Philip Lowe juga menyerukan bahwa saat ini bank sentral memiliki target inflasi dalam jangka menengah yang fleksibel, dimana para pejabat bank sentral akan memperhitungkan kebijakan dalam mencapai stabilitas keuangan yang tepat bagi Australia.

 

Sumber berita : Forex Factory, RBA.GOV

Sumber gambar : alluremedia (.com.au)

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.