Pound Sterling Berbalik Hadapi Tekanan Jelang Data Tenaga Kerja Inggris

JAVAFX – Berita forex di hari Rabu(15/11/2017), pound sterling berbalik hadapi tekanan jelang rilisnya data tenaga kerja Inggris pada perdagangan sesi Asia siang ini. Sementara pasar juga sedang menantikan hasil perundingan Brexit dan kemelut antara pemerintah Inggris dengan parlemennya.

Secara umum dolar AS kali ini bergerak sedikit menekan kepada mata uang dunia, namun sejauh ini juga GBPUSD untuk sementara sedang berada di level 1.3142 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 1.3164. USDJPY untuk sementara berada di level 113,17 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 113,45. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7586 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7628.

Faktor situasi ekonomi di Inggris memang tidak sebagus di Eropa, namun ruh pasca naiknya suku bunga Inggris beberapa pekan lalu membuat mata uang Inggris telah bergerak positif pada perdagangan mingguannya dan sepertinya ingin bertahan hingga akhir pekan ini ketika perundingan Brexit memasuki fase yang ke 7 nanti di pekan depan.

Pasca bank sentral Inggris menaikkan suku bunganya bulan lalu, pasar menganggap bahwa kenaikan selanjutnya masih belum terlihat kembali untuk masa depannya karena memang terkesan aneh ketika pengetatan ekonomi alias kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral Inggris tersebut, tetapi paket bantuan ekonominya tidak mengalami pengurangan sehingga pasar menganggap bahwa kenaikan suku bunga kemarin hanyalah sebuah simbolik semata.

Nampaknya persoalan kenaikan harga bahan bakar yang akhir-akhir ini terjadi akan semakin mendorong bahwa inflasi di seluruh dunia akan naik, termasuk juga di Inggris. Namun angka inflasi kemarin tidak sesuai harapan sehingga pound sendiri tidak begitu menguat.

Selain itu masalah kekuasaan PM May yang agak terguncang dengan mosi tidak percaya anggota parati Konservatif yang juga merupakan partainya, nampaknya juga mempunyai yang tidak positif bagi pergerakan mata uangnya. Hambatan penguatan pound sendiri makin diperparah oleh hasil putaran Brexit fase ke 6 ini diharapkan bisa menelurkan sebuah harapan baru bagi masa depan Inggris, nampaknya tidak akan otomatis memberi kesempatan bagi pound sterling untuk menguat lagi, karena memang tidak ada hasil yang memuaskan.

Pound sekarang hanya berharap kepada data tenaga kerja Inggris, bila membaik maka sisi koreksi siang ini tentu akan berhasil dikurangi.

Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: BBC

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.