Pound Sterling Masih Tunjukkan Perlawanannya

0
151

JAVAFX – Berita forex di hari Jumat(15/12/2017), pound sterling masih tunjukkan perlawanannya alias agak menguat terhadap greenback pada perdagangan sesi Asia siang ini dimana pasar telah mengetahui perkembangan dari masa depan Brexit yang kemungkinan besar belum segera menemukan jalan keluarnya setelah parlemen Inggris menolak proposal Brexit dari PM May namun beruntung penjualan eceran Inggris yang membaik.

Secara umum dolar AS kali ini bergerak sedikit tertekan oleh mata uang Inggris, dan sejauh ini juga GBPUSD untuk sementara sedang berada di level 1.3441 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 1.3431. USDJPY untuk sementara berada di level 112,60 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 112,41. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7523 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7665.

Secara garis besar memang dolar AS masih bertahan dari tekanan dari mata uang Inggris setelah suku bunga the Fed naik dan masih terlihat nyaman untuk tetap berada di jalur kenaikannya menuju suku bunga yang normal di tahun mendatang dengan dukungan yang cukup besar dari hasil penjualan eceran yang meningkat, klaim pengangguran mingguan yang menurun dan persediaan bisnis yang turun.

Faktor reformasi pajak nampaknya sedang dialihkan perhatiannya oleh pasar untuk menatap fundamental ekonomi AS yang semalam membaik, dimana dukungan terhadap kenaikan suku bunga selanjutnya masih nampak tangguh dipertahankannya pada jalur kenaikan tersebut.

Tentu investor tetap mengandalkan pertumbuhan ekonomi AS tersebut untuk memberi peringatan bahwa sisi koleksi mata uang non-dolar dapat diisyaratkan hanya untuk jangka pendek sekali karena sewaktu-waktu begitu keluar data ekonomi AS maka disitulah ada arti bagi investor untuk harus mengoleksi greenback kembali.

Faktor kemunduran perundingan Brexit sangat mempengaruhi kinerja pound hari ini dengan harapan di pertengahan pekan ini situasi KTT Eropa juga membuat situasi Brexit bisa berlanjut ke jenjang berikutnya sehingga Inggris terhindar dari situasi Hard Brexit. Memang kondisi pound akhir-akhir sangat bergantung kepada kemajuan masalah perundingan Brexit yang seakan-akan membuat hati investor terombang-ambing karena kiatir dengan masa depan ekonomi Inggris yang diisukan akan mengalami resesi.

Apalagi pekan ini parlemen Inggris telah menolak usulan atau proposal PM May sehingga perundingan Brexit kemungkinan besar akan tertunda dan situasi Hard Brexit tidak bisa dihindarkan. Hard Brexit adalah kondisi dimana ekonomi Inggris akan mengalami resesi ekonomi yang disebabkan beberapa kesepakatan yang akan gagal terjadi sehingga Inggris akan seperti diasingkan atau dipinggirkan oleh Eropa dan dunia.

BoE kemarin tidak merubah suku bunganya, namun beruntung penjualan eceran Inggris mengalami kenaikan sekitar 1,6% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, sehingga ada harapan ekonomi Inggris akan tetap bertahan membaik di masa datang.

Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: Guardian