Rangkuman Berita Pasar Terkini: Kamis 1 Juli 2021

  • Presiden Federal Reserve Bank Dallas, Robert Kaplan, Rabu mengatakan inginkan The Fed mulai mengurangi stimulus ekonomi sebelum akhir tahun, guna mengurangi pengetatan kebijakan mendadak.
  • Saham global mundur dari level tertinggi terbaru pada Rabu, imbas kegelisahan pasar Asia atas meningkatnya kasus COVID-19 dan menunggu laporan data pekerjaan AS hari Jumat.
  • Payroll sektor swasta AS meningkat lampaui perkiraan pada Juni karena perusahaan bergegas untuk meningkatkan produksi dan jasa di tengah pembukaan kembali ekonomi dengan cepat.
  • Payroll sektor swasta bertambah 692.000 pekerjaan di bulan Juni, data Mei direvisi lebih rendah menjadi 886.000 dari laporan awal 978.000 dan lampaui perkiraan untuk kenaikan 600.000 pekerjaan.
  • Imbal hasil obligasi jangka Panjang AS turun pada hari Rabu ke level terendah dalam lebih dari seminggu karena pasar turun pada kuartal kedua 2021.
  • Dolar AS naik ke level tertinggi 2,5 bulan pada hari Rabu, bukukan kenaikan bulanan terbesar sejak November 2016, didukung oleh pergeseran sikap mengejutkan Fed yang hawkish pada prospek suku bunga dan kekhawatiran penyebaran Covid.
  • S&P 500 kembali capai rekor penutupan tertinggi kelima pada hari Rabu, mengakhiri bulan dan kuartal dengan sebagian besar investor acuhkan data ekonomi positif dan hanya fokus pada laporan payroll AS.
  • Departemen Keuangan AS pada Rabu mengatakan bahwa mereka telah mengucurkan lebih dari $13,1 miliar bantuan COVID-19 kepada pemerintah suku di bawah Undang – Undang Rencana Penyelamatan Amerika.
  • Penjualan rumah Pending Home Sales AS, kontrak pembelian rumah AS yang sebelumnya dimiliki catat kenaikan tertinggi dalam 11 bulan di Mei pengaruh penurunan suku bunga hipotek.
  • Sentimen bisnis Jepang membaik di Q2, Indeks sentimen produsen melonjak menjadi +14 dari +5 pada Maret, perbaikan kuartal keempat berturut-turut dan mencatat level tertinggi sejak Desember 2018.
  • Aktivitas pabrik Jepang tumbuh pada laju paling lambat dalam empat bulan pada Juni, karena momentum di antara para produsen berkurang dari bulan sebelumnya.
  • Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Au Jibun Bank Japan di bulan Juni turun menjadi 52,4 berdasarkan penyesuaian musiman dari 53,0 di bulan sebelumnya.
  • Aktivitas pabrik Korea Selatan lanjutkan pertumbuhan ke bulan kesembilan di bulan Juni, naik tipis menjadi 53,9, dari 53,7 di bulan Mei berkat membaiknya permintaan global.
  • Ekspor Korea Selatan bukukan pertumbuhan dua digit bulan keempat berturut-turut di bulan Juni, melonjak 39,7% dan lampaui perkiraan rata-rata ekonom 33,6% dalam jajak pendapat Reuters.
    • Harga emas turun tipis, karena dolar yang bertahan di dekat level puncak tiga bulan, dengan investor menantikan laporan pekerjaan utama AS sebagai petunjuk kebijakan moneter fed.

Share this post

Analisa Fundamental

Edukasi

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.