RBA Kembali Naikkan Suku Bunga, Inflasi Masih Menjadi Faktor

Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga pada hari Selasa seperti yang sudah diperkirakan, mengutip penurunan inflasi yang lebih lambat dari perkiraan dan juga bank sentral Australia yang menaikkan proyeksi inflasi konsumen selama dua tahun ke depan.

RBA menaikkan suku bunga utamanya sebesar 25 basis poin menjadi 4,35% dari 4,10%, seperti yang telah diperkirakan secara luas oleh pasar. Kenaikan kali ini merupakan perubahan kebijakan moneter pertama di bawah gubernur baru Michele Bullock, yang telah mengisyaratkan langkah ini di bulan Oktober.

RBA mengambil langah untuk menaikkan suku bunga setelah inflasi indeks harga konsumen (CPI) Australia yang tumbuh melampaui perkiraan pada kuartal ketiga, di tengah meningkatnya harga bahan bakar dan belanja ritel yang tak terduga melampaui ekspektasi pada kuartal ini, sehingga menopang inflasi karena belanja tetap kuat.

Hal ini telah mengundang beberapa komentar hawkish dari Bullock sebelum pertemuan, dan membuat sebagian besar pasar sudah siap untuk kenaikan 25 bps yang diterapkan RBA.

“Inflasi di Australia telah melewati puncaknya namun masih terlalu tinggi dan terbukti bertahan lebih lama dari yang diperkirakan beberapa bulan yang lalu. Sementara perkiraan sentral adalah inflasi akan terus menurun, dan perkembangannya terlihat lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya,” ungkap Bullock dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.

Bullock mengatakan bahwa inflasi konsumen saat ini diperkirakan akan berada di sekitar 3,5% pada akhir tahun 2024, dan akan tetap berada di ujung atas kisaran target 2% hingga 3% RBA pada akhir tahun 2025. RBA sebelumnya memperkirakan inflasi akan jatuh dalam kisaran targetnya pada pertengahan 2025.

Bullock juga menandai pendekatan yang sebagian besar didasarkan pada data untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut, mencatat bahwa ekonomi Australia terbukti lebih tangguh dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun pertumbuhan masih diperkirakan akan tetap di bawah tren, sementara pengangguran diperkirakan akan meningkat menjadi 4,25% dalam beberapa bulan mendatang.

Namun dengan inflasi yang kembali meningkat pada kuartal terakhir, bank sentral mungkin akan dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih jauh untuk meredam inflasi harga yang terlalu tinggi.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.