RBA: Perlambatan Ekonomi Australia Memudar, Namun Perang Dagang Picu Suku Bunga Tetap di Level Rendah

JAVAFX – Bank Sentral Australia mengatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi mungkin sudah memudar, namun suku bunga akan tetap berada di level rendah untuk jangka waktu yang lama mengingat situasi Perang Dagang AS – China sangat berisiko menghambat pemulihan ekonomi global.

Pernyataan ini disampaikan oleh Reserve Bank of Australia dalam mengulas kembali hasil pertemuan kebijakan moneter mereka pada tanggal 6 Agustus 2019 kemarin. Dalam pertemuan kebijakan tersebut, Bank Sentral Australia memutuskan untuk tetap pertahankan suku bunga pada level 1.00% untuk periode akhir bulan Agustus, setelah melakukan pemangkasan sebanyak 25 basis poin di bulan Juni dan Juli kemarin.

Gold Trading

Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Australia Philip Lowe juga mengatakan adanya tanda – tanda pemulihan ekonomi di wilayah Australia. Menyusul situasi ekonomi global sekarang ini, Philip Lowe juga menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga selanjutnya masih sangat mungkin terjadi.

Apabila dibandingkan dengan langkah yang ditempuh oleh RBNZ atau Bank Sentral New Zealand, Philip Lowe melihat bahwa pemangkasan sebanyak 50 basis poin bisa saja terjadi jika benar – benar dibutuhkan. Hanya saja, kebijakan moneter tentunya tidak berjalan sendiri dalam merangasang pertumbuhan ekonomi dan dirinya melihat bahwa dengan suku bunga yang rendah saat ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan pinjaman dana guna pembangunan infrastruktur agar dapat meningkatkan produktivitas.

Merekasi pernyataan dari bank sentral, AUDUSD sewaktu berita ini dibuat telah terpantau alami kenaikan sebesar 0.15% dengan diperdagangkan pada level 0.6806 setelah pasangan ini dibuka pada level 0.6797.