Saham AS Jatuh Karena Kekhawatiran Perundingan Dagang AS-China, Safe Haven Menguat

JAVAFX – Saham-saham di bursa NYSE jatuh untuk hari kedua secara beruntun pada hari Selasa karena investor khawatir tentang perundingan dagang antara AS dan China yang akan dimulai pada minggu ini. Hal ini terbukti kuat untuk menghentikan upaya pemulihan sebelumnya.

S&P 500 berakhir turun 1.6% setelah mencapai level terendahnya. Dow Jones (DJIA) telah turun sebanyak 338 poin di awal perdagangan, ditutup turun 1.2% atau 314 poin. Sementara Nasdaq Composite turun 1.6%. Karena semua volatilitas yang melanda pasar saham dalam 12 bulan terakhir, $&P 500 turun 1.63% dari puncak di tahun 2018, sementara Dow Jones turun 2.9% dari puncak tertinggi tahun laluu dan Nasdaq turun 3.8%.

Gold Trading

China adalah beban besar di pasar keuangan, dimulai dengan pengumuman bahwa pemerintahan Trump tidak akan membiarkan delapan perusahaan China dan sejumlah departemen kepolisian membeli produk teknologi yang dapat digunakan dalam pengawasan. Selasa sore, AS mengatakan akan memberlakukan larangan visa terhadap pejabat partai komunis Tiongkok yang terkait dengan pelecehan di provinsi Xinjiang China, tempat beberapa juta etnis Uighur ditempatkan di kamp-kamp penahanan.

Berita Cina mengimbangi reaksi positif terhadap pengumuman Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral akan membeli sekuritas untuk menyediakan likuiditas yang cukup dalam sistem perbankan.

Turunnya harga saham karena kekhawatiran hasil pembicaraan dagang membuat investor melirik safe haven salah satunya emas. Harga emas pada hari Selasa ditutup naik di level $1505.23 dari level pembukaan $1492.97. Harga emas berpeluang bergerak naik selama bertahan diatas level kunci $1500.00 per troy onz dengan mengincar level tertinggi awal Oktober di $1519.27.

Analis JAVAFX

Swendy