Saham Asia Akan Hadapi Volatilitas Pasca Penutupan Positif Wall Street

Pasar saham Asia akan menghadapi sesi perdagangan yang cukup kencang pada hari Jumat setelah saham teknologi mengangkat S&P 500 ke rekor baru bahkan ketika investor mempertimbangkan kenaikan tak terduga jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran.

Laporan klaim pengangguran AS menunjukkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut yang di rilis Kamis pagi waktu Amerika. Angka tersebut pun berlawanan dengan data ekonomi yang kuat mulai dari payroll hingga lowongan kerja yang telah meningkatkan kepercayaan investor dalam pemulihan ekonomi yang cepat.

Data yang lebih lembut ini membantu imbal hasil pada obligasi acuan 10-tahun AS turun ke level terendah sejak 26 Maret, dan memacu permintaan untuk saham dengan pertumbuhan tinggi di sektor teknologi, yang merupakan pemenang terbesar di S&P 500. Nasdaq yang padat teknologi juga ditutup pada level tertinggi tujuh minggu pada hari Kamis.

Di asia, indeks S&P/ASX 200 berjangka Australia naik 0,03% pada awal perdagangan, sementara indeks berjangka Hang Seng Hong Kong turun 0,17%. Indeks Nikkei 225 berjangka Jepang naik 0,45%.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberi isyarat pada hari Kamis bahwa bank sentral tidak akan mengurangi dukungannya untuk ekonomi AS, mengatakan pada acara Dana Moneter Internasional bahwa sementara pembukaan kembali ekonomi dapat mengakibatkan lonjakan harga sesaat, ia mengharapkan itu hanya sementara. dan itu bukan merupakan inflasi.

Komentar Powell menegaskan kembali sikap akomodatif yang diuraikan dalam risalah pertemuan kebijakan Fed yang diterbitkan pada hari Rabu lalu.

Dibantu oleh penurunan lebih lanjut dalam imbal hasil, para pelaku pasar masuk ke saham teknologi besar seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc, yang merupakan pendorong utama S&P 500.

Di Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 0,17% ke level 33,503,57, S&P 500 naik 0,42% ke level 4.097,17 dan Nasdaq Composite naik 1,03% ke level 13.829,31.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Politikus Konservatif AS Klaim Kebijakan Iklim Biden akan Pangkas Konsumsi Daging

Beberapa anggota parlemen kubu Republik dan politikus konservatif di AS terus mengumbar klaim bohong bahwa kebijakan iklim Presiden Joe Biden akan memangkas jumlah konsumsi...

Biden yakin konflik Israel-Palestina segera berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Rabu (12/5) menyampaikan harapannya agar rentetan kekerasan antara Israel dan Palestina akan segera berakhir. Harapan itu ia nyatakan setelah...

Biden Umumkan Cara Baru untuk Dorong Vaksinasi

Presiden AS Joe Biden, Selasa (11/5) mengumumkan cara baru untuk membantu lebih banyak orang Amerika memperoleh vaksin terhadap pandemi virus corona. Gedung Putih mengatakan bahwa...

Erdogan: Biden Berlumur Darah karena Dukung Israel

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan hari Senin (17/5) mengatakan, tangan Presiden AS Joe Biden "berlumur darah" karena mendukung Israel dalam konflik di Jalur Gaza. Komentar...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502