Saham Asia Bersinar Pasca China Pertahankan Suku Bunga Pinjaman Tidak Berubah

JAVAFX – Bursa saham Asia Pasifik terpantau berada di level tertinggi pada perdagangan Senin (20/1) sore, setelah People’s Bank of China (PBoC) menjaga suku bunga dasar pinjaman (LPR) tidak berubah.

Indeks Shanghai naik 0,43%, Indeks Hang Seng menguat 0,39%, Indeks Nikkei 225 naik 0,25%, Indeks Kospi naik 0,79%, Indeks S&P / ASX 200 naik sekitar 0,3%,

Secara keseluruhan, Indeks MSCI Asia ex-Jepang diperdagangkan sekitar 0,1% lebih tinggi.

People’s Bank of China telah berhasil mempertahankan suku bunga pinjaman satu tahun dan lima tahun tidak berubah untuk Januari pasca penandatangan perjanjian guna meredakan perselisihan perdagangan fase satu dengan AS selama 18 bulan antara kedua negara adidaya ekonomi.

Beijing dalam kesepakatan sejauh ini karena membantu dorongan kepemimpinan untuk menstabilkan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan pasar, pada saat yang sama pihaknya berharap untuk pengembalian tarif lebih lanjut pada waktunya.

Secara khusus Cina bersedia dan mampu untuk tetap meningkatkan impor dari AS dan menjaga mata uang yuan dalam posisi stabil. Ini akan memastikan kesepakatan itu berlangsung hingga pemilihan presiden AS pada bulan November.

Setelah berbulan-bulan negosiasi, akhirnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He secara resmi menandatangani perjanjian perdagangan fase satu di Gedung Putih, pada hari Rabu (15/1) pukul 11.30 waktu Washington, dalam upaya untuk meredakan perselisihan perdagangan selama 18 bulan antara kedua negara adidaya ekonomi.

Trump mengatakan AS dan Cina  memperbaiki kesalahan pada masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika. Inti dari gencatan senjata antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini adalah janji China untuk membeli produk pertanian AS senilai $200 miliar selama dua tahun yang mencakup sekitar $80 miliar barang manufaktur, $53 miliar energi, $32 miliar di bidang pertanian dan $35 miliar dalam layanan.

Sebagai gantinya, AS akan membatalkan putaran tarif baru dan memangkas tarif barang-barang Tiongkok sekitar $120 miliar menjadi setengah hingga 7,5%. Trump mencatat tarif 25% pada impor Tiongkok senilai $250 miliar akan tetap berlaku untuk memberikan pengaruh AS ketika kedua negara sepakat untuk menyelesaikan perjanjian dagang fase dua, dimana negosiasinya akan segera dimulai.

Untuk memenuhi tambahan $ 200 miliar itu, Cina harus membeli dalam jumlah yang lumayan banyak produk AS. Seperti, barang pertanian, mesin, terutama produk pesawat dan energy. Untuk beberapa produk, Beijing mungkin harus menggandakan pembeliannya dengan mengurangi tarif impor tersebut dan berhenti membelinya dari sumber lain.

China membeli sekitar $186,29 miliar barang dan jasa Amerika pada tahun 2017 lalu sebelum perang perdagangan dimulai, menurut data dari Biro Sensus AS. Dalam hal produk pertanian, China membeli $24 miliar dari AS pada tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat sebesar $32 miliar selama dua tahun, menurut laporan Reuters.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di level 97,612 setelah melihat lonjakan dari level di bawah 97,4 pada hari Jumat.

Harga minyak lebih tinggi pada sore hari jam perdagangan Asia, dengan patokan minyak mentah berjangka internasional Brent naik 1,19% menjadi $65,62 per barel. Minyak mentah berjangka AS juga naik 1,02% menjadi $59,14 per barel.

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Harga minyak bervariasi setelah stok AS meningkat, Brent naik tipis

Harga minyak sedikit bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data industri menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS, menghidupkan...

Flash Manufacturing PMI Amerika Membaik, Dolar Indeks Di Prediksi Menguat

Merika telah merilis data Manufaktur berdasarkan indeks Manajer Pembelian atau di sebut juga Flash Manufacturing PMI Amerika yang Di rilis naik dari 57.1 ke...

Fokus Pasar Minggu Ini : Pertemuan Fed Januari Dan Data GDP AS

JAVAFX  -  Dolar index turun pada perdagangan minggu lalu dan ini penurunan mingguan pertama di bulan Januari 2021. Dollar index ditutup di posisi 90,160...

Pfizer kurangi jatah pengiriman vaksin COVID-19 ke beberapa anggota EU

Pfizer Inc, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, mengurangi kuota vaksin COVID-19 yang akan dikirimkan minggu ini ke beberapa negara anggota Uni Eropa (EU), kata...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502