Saham Asia Diperdagangkan Bervariasi Didukung Beberapa Data Positif

JAVAFX – Pada perdagangan hari Rabu (2/9), bursa saham Asia beragam dengan data aktivitas manufaktur AS yang positif memicu harapan pemulihan ekonomi global dari Covid-19.

Menurut data yang dirilis pada hari sebelumnya bahwa ISM Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) naik menjadi 56 pada bulan Agustus, dengan kenaikan pesanan baru membantu indeks mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun. China juga melaporkan data pabrik yang positif pada hari Selasa, dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI) manufaktur Caixin untuk Agustus naik menjadi 53,1, tingkat ekspansi terbesar sejak Januari 2011.

Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,19%, dengan Yoshihide Suga secara luas diharapkan untuk secara resmi mengumumkan pencalonannya untuk memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa di kemudian hari. LDP dilaporkan akan memilih seorang pemimpin pada 14 September, langkah konkret pertama untuk menggantikan Perdana Menteri Shinzo Abe.

Indeks KOSPI naik tipis 0,05%, dengan indeks harga konsumen Agustus naik 0,7% tahun-ke-tahun, menurut data yang dirilis pada hari sebelumnya.

Menteri Keuangan Nam-ki Hong mengatakan pada hari Selasa bahwa akan ada pembagian uang tunai putaran kedua yang “ditargetkan” untuk melawan dampak ekonomi dari tindakan jarak sosial yang lebih ketat karena wabah Covid-19 terbaru di negara itu. Pemberian uang tunai terakhir dari pemerintah dibagikan pada bulan Mei.

Indeks S&P/ASX 200 melonjak 1,61%. Data dari Biro Statistik Australia yang dirilis pada hari sebelumnya mengonfirmasi bahwa negara itu berada dalam resesi, dengan PDB menyusut dengan rekor 7% kuartal ke kuartal selama kuartal kedua.

Sementara itu, negara bagian Victoria di Australia sedang berupaya melonggarkan pembatasan penguncian karena gelombang infeksi kedua tampaknya mulai terkendali. Negara bagian mencatat 90 kasus Covid-19 baru pada hari Rabu, hari ketiga berturut-turut dengan angka dua digit.

Indeks Hang Seng turun 0,61%. Indeks Shanghai Composite China turun 0,70% dan Komponen Shenzhen turun 0,24%.

Sementara itu, investor mengawasi negosiasi Kongres AS yang sedang berlangsung mengenai langkah-langkah stimulus terbaru. Namun, panggilan telepon antara Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi pada hari Selasa menyimpulkan bahwa Demokrat dan Republik terus memiliki “perbedaan serius” atas RUU tersebut, mengurangi harapan untuk resolusi cepat.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden Ingin Naikkan Pajak Perusahaan AS untuk Biayai Rencana Infrastruktur

Presiden AS Joe Biden ingin menaikkan tarif pajak penghasilan perusahaan untuk membantu membiayai anggaran infrastruktur senilai $2,3 triliun yang diusulkannya, tetapi puluhan perusahaan terbesar...

Rencana Stimulus Tambahan VS NFP AS Pengaruhi Pergerakan Dolar AS

Hari Jumat lalu, Amerika telah merilis data NFP (Non-Farm Employment) yang di rilis membaik dan naik cukup signifikan dari 468.000 ke 916.000 dan data...

Proposal Infrastruktur $2 Triliun yang Diajukan Biden Hadapi Tantangan

Presiden Amerika Joe Biden baru-baru ini mengumumkan rencana pengeluaran $2 triliun yang bertujuan untuk memodernisasi jalan raya dan jembatan di Amerika, di antara berbagai...

Trump akan bantu Republik menangi kursi Kongres 2022

Mantan Presiden AS Donald Trump berusaha memosisikan dirinya sebagai dalang Partai Republik pada Sabtu (10/4), seraya mengatakan kepada para penyumbang partai bahwa dia akan...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502