Saham Global Turun Karena Kurva Yield Treasury AS Terbalik, Picu Peringatan Resesi

JAVAFX – Saham global runtuh dan harga minyak dunia memperpanjang aksi jual karena kurva imbal hasil (treasury) AS terbalik mengintensifkan kekhawatiran tentang resesi ekonomi dunia.

Pasar saham regional di Asia turun setelah ketiha indeks saham utama AS ditutup melemah sekitar 3% tadi malam, dengan Dow Jones mencatat penurunan harian terbesar sejak Oktober. Penurunan indeks saham dipicu oleh turunnya imbal hasil obligasi AS tenot 10th atau US10YT = RR di bawah hasil 2th ayau US2YT = RR, penurunan tersebut merupakan yang pertama sejak 2007. (inversi kurva yield obligasi AS banyak dipandang sebagai tanda resesi).

Gold Trading

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9% di awal perdagangan, sementara rata-rata Nikkei Jepang .N225 jatuh 1,4% dan saham Australia merosot 2,1%. Pasar Cina juga terpukul, dengan patokan Shanghai Composite SSEC dan blue-chip CSI300 .CSI300 turun masing-masing 1,1% dan 1,0%, sementara Hang Seng Hong Kong. HSI kehilangan 0,8%.

“Kurva imbal hasil semuanya adalah seperti tanda bahwa resesi hampir menjadi kenyataan dan investor tersandung untuk keluar dari jalan karena resesi ekonomi melukai pendapatan perusahaan dan saham bisa turun sebanyak 20%,” kata Chris Rupkey, kepala keuangan ekonom di MUFG Union Bank.

Dalam perdagangan Asia awal, imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun ke level terendah dalam 3 tahun, sedangkan yield 30-tahun US30YT = RR turun ke level 1,991%, di bawah  2% untuk tingkat kebijakan Federal Reserve untuk yang pertama waktu Penurunan di bawah 2% membawa seluruh kurva hingga 30 tahun di bawah suku bunga resmi.

Ketika pasar obligasi memunculkan kekhawatiran tentang resesi pada hari Rabu dan indeks saham utama jatuh, Presiden AS Donald Trump menyalahkan the Fed karena terus menaikkan suku bunga sampai akhir tahun lalu. “Cina bukan masalah kita, meskipun Hong Kong tidak membantu. Masalah kita adalah dengan The Fed. Mengangkat terlalu banyak & terlalu cepat. Sekarang terlalu lambat untuk memotong …,” Trump mentweet pada Rabu malam.

Dampak langsung dari penurunan kurva yield Treasury AS selain turunnya harga saham di bursa utama juga tertekannya dolar oleh mata uang safe haven. Harga emas kembali diperdagangkan naik diatas level $1520.00 per toz dan yen menguat dibawah level 106.00 per dolar AS.

 

 

 

 

 

 

Analis JAVAFX
Swendy