Sentimen Resiko Meningkat, Dolar AS Tertekan Di Akhir Sesi Asia

JAVAFX – Pada perdagangan Asia hari Selasa, dolar AS tertekan melemah terhadap mata uang utama dengan sentiment resiko yang meningkat didorong oleh bukti lebih lanjut ahwa virus telah memuncak di beberapa negara di Eropa, meski di AS sendiri telah melihat bukti perbaikan.

Pada pukul 14.20 WIB atau 07.10 GMT, indeks dolar AS turun 0.5%, dengan Loonie, Aussie dan Kiwi semuanya naik lebih dari 1%, sementara EUR naik 0,6% dan GBP naik 0,7% meski disaat PM Boris Johnson dipindahkan ke ruang rawat intensif semalam karena gejala Covid-19 yang memburuk.

Gold Trading

Jumlah kematian  harian Spanyol turun pada hari Senin untuk hari keempat menjadi 637, level terendah sejak 24 Maret, sementara Italia melaporkan 525 kematian pada hari Minggu, paling sedikit sejak 19 Maret (meski masih ada laporan kematian hari Senin). Di New York, pusat penyebaran wabah di A, Gubernur Andrew Cuomo pada hari Senin mengatakan bahw atingkat kematian negara bagian telah “secara efektif rata selama dua hari terakhir.”

Euro akan menjadi fokus nanti karena menteri keuangan zona euro mengadakan teleconference untuk membahas strategi untuk mendanai respons kebijakan kawasan terhadap virus. Berbagai ide dan skema bersaing untuk mendapatkan perhatian, tetapi keinginan Spanyol dan Italia untuk ‘coronabonds’ yang dikeluarkan bersama dan dijamin kemungkinan akan ditolak oleh Jerman, Belanda dan lainnya.

 

 

 

sumber investing.com