Situasi Di Iran Memburuk, Corona Mencapai Nigeria

JAVAFX – Iran melaporkan jumlah tertinggi infeksi baru dalam satu hari pada hari Kamis (27/02/2020), dimana salah satu wakil presiden di antara mereka jatuh sakit, dan salah satu pemimpin agama paling dihormati di negara itu dilaporkan telah meninggal karena penyakit tersebut.


Juru bicara kementerian kesehatan Kianoush Jahanpour mengatakan, 106 kasus baru membawa penghitungan negara ke 245 sejak Iran mengumumkan infeksi pertamanya pada 19 Februari. Di antara penderita terbaru adalah salah satu dari tujuh wakil presiden Iran, Masoumeh Ebtekar, yang mengawasi urusan wanita dan merupakan wanita tertinggi kedudukannya di pemerintahan.

Gold Trading

Ebtekar adalah juru bicara para mahasiswa selama krisis penyanderaan Iran, ketika sekelompok mahasiswa revolusioner Iran merebut Kedutaan Besar AS di Teheran, membawa orang Amerika menjadi sandera, pada November 1979.

Epidemi telah menelan 26 nyawa di Iran. Menurut laporan media, di antara yang meninggal di Qom pada hari Kamis adalah pemimpin agama Hadi Khroroshahi, yang pada tahun 1981 diangkat sebagai duta besar pertama Iran untuk Vatikan.

Sementara itu, sejumlah negara juga melaporkan kasusnya. Belanda, Nigeria, dan Lithuania adalah yang terbaru melaporkan infeksi coronavirus, dengan masing-masing mengumumkan kasus pertama mereka ketika negara-negara mulai menimbun peralatan medis dan investor melakukan pelarian, dengan harapan resesi global.

Orang Belanda yang sebelumnya melakukan perjalanan ke wilayah Lombardy di Italia telah menjadi pasien pertama yang terinfeksi virus corona di Belanda. Pria 56 tahun itu berada di karantina. Sejauh ini 17 orang telah meninggal di Italia dan 650 orang telah terinfeksi, dalam wabah koronavirus terbesar di Eropa.

“Untuk mencegah penyakit menyebar lebih jauh di Belanda, (otoritas kesehatan masyarakat) … akan melacak siapa yang telah melakukan kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi,” kata Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Belanda dalam sebuah pernyataan.

Di Afrika, Nigeria melaporkan kasus penyakit pertama, infeksi ketiga yang dikonfirmasi di benua itu, sementara pemerintah Lithuania mengkonfirmasi pasien pertamanya pada hari Jumat. Sejauh ini, Antartika adalah satu-satunya wilayah tanpa infeksi.

Ekonomi dunia berisiko tahun terburuk sejak 2009 karena virus menghancurkan harapan untuk segera pulih.