Terpuruk, Minyak Mentah Menghadapi Masa Sulit

Minyak mentah terus mengalami penurunan untuk hari keenam dan penurunan beruntun terpanjang sejak Februari 2020, atas melonjaknya kasus COVID-19 di seluruh dunia yang memicu kekhawatiran terhada permintaan bahan bakar ditambah persediaan bensin AS yang melonjak dan penguatan dolar terus memberi tekanan.

Minyak mentah WTI dan Brent masing-masing telah mencatat penurunan lebih dari 7% dan 6% dalam periode penurunan beruntun enam hari terakhir, dan penurunan terpanjang sejak penurunan yang sama pada 28 Februari 2020.

Penurunan ini mencerminkan kuatnya kekhawatiran atas meningkatnya penyebaran virus corona yang varian Delta, dengan angka kematian terkait virus tersebut di Amerika Serikat sendiri melonjak selama sebulan terakhir.

Melambatnya pertumbuhan di China, selaku importir minyak terbesar dunia, karena pembatasan yang diberlakukan sebagai tanggapan atas meningkatnya kasus COVID-19 dan beberapa lemahnya data ekonomi AS selama seminggu terakhir telah membuat harga minyak melemah, para analis Java Futures mengatakan.

Sementara meningkatnya persediaan bahan bakar kenderaan AS yang sangat mengejutkan pasar juga memicu kekhawatiran atas lemahnya permintaan, mengingat permintaan bensin biasanya memuncak selama musim panas di belahan bumi utara.

Persediaan bensin AS naik 696.000 barel menjadi 228,2 juta, Administrasi Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu, meleset dari perkiraan analis untuk penurunan 1,7 juta barel. Namun, persediaan minyak mentah AS turun 3,2 juta barel pekan lalu menjadi 435,5 juta, terendah sejak Januari 2020, kata EIA.

Penguatan dolar AS juga membebani sentimen investor. Dolar AS naik ke level tertinggi sembilan bulan terhadap mata uang utama di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan mulai mengurangi stimulus besar tahun ini, membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Minyak mentah Brent turun $1,11, atau 1,6%, di harga $67,12 per barel, setelah di awal sesi sentuh level terendahnya sejak 24 Mei di $ 67,06. Sementara minyak mentah West Intermediate (WTI) AS turun $1,35, atau 2,1%, di harga $ 64,11 per barel setelah jatuh ke level $ 64,02, juga terendah sejak 24 Mei.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.