The Fed Umumkan Suku Bunga Kamis Ini, Gold Di Prediksi Naik

Pada hari Kamis Dini hari Waktu Indonesia Bagian Barat atau Rabu waktu setempat, The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga dan kebijakan moneternya. Di perkirakan bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunganya sebesar 25 bps kembali dari suku bunga di bawah 2.25% menjadi di bawah 2.00% setelah pemangkasan suku bunga sebelumnya di awal bulan Agustus lalu atau akhir Juli waktu setempat dari di bawah 2.50% menjadi di bawah 2.25%. Jika pemotongan suku bunga ini terjadi, kemungkinan besar Gold akan mengalami kenaikan karena terjadi aksi lepas Dolar AS ke Safe Havens.

Kebijakan suku bunga rendah merupakan respon dari tanda-tanda bahwa ekonomi sedang dalam keadaan kurang baik bahkan di khawatirkan akan masuk dalam resesi. Presiden Trump sudah sering berteriak kepada The fed untuk menurunkan suku bunga bahkan bila perlu hingga mencapai suku bunga negatif untuk menyalurkan kredit membantu sektor riil bangkit dan ekonomi Amerika kembali bergerak. Trump berharap kebijakan The Fed seperti kebijakan suku bunga negatif ECB di Eropa. ECB telah memangkas kembali suku bunganya 10 bps menjadi -0.5%, dan suku bunga pinjamannya 0.25% serta mengaktifkan kembali Quantitave Easing (QE) yaitu membeli aset-aset seperti surat berharga dan obligasi yang sempat di hentikan tahun lalu.

Gold Trading

Berdasarkan FedWatch milik CME Group, pelaku pasar melihat ada probabilitas sebesar 79.6% bahwa suku bunga akan di pangkas 25 bps menjadi di bawah 2% yaitu antara 1.75%-2.00%. Jika ini terjadi, Dolar AS akan melemah terhadap Gold. Secara teknikal, Gold di prediksi pada minggu ini dapat menguat menuju resisten tiga harian di awal minggu ini di level 1540.22 hingga level 1555.00 jika Gold dapat menembus level 1520.00-1525.00 di atas resisten dua harian di awal minggu ini (level 1517.00).