Trading Menggunakan Pola Cup and Handle

Pola Cup and Handle terjadi secara teratur di pasar keuangan. Memasukkan strategi cup and handle dalam sistem perdagangan dapat meningkatkan teknik analisa trader di pasar forex.

Pola Cup and Handle

Apa Itu Pola Cup and Handle Dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Pola cup and handle adalah pola lanjutan yang terjadi setelah tren bullish atau bearish sebelumnya. Formasi ini memberi trader beberapa fitur khas. Istilah ‘cup and handle’ diterjemahkan dalam pola diagram batang. Pola ini terlihat memiliki bentuk mangkuk sementara pegangannya digambarkan sebagai periode konsolidasi miring ke bawah.

Bagaimana Mengidentifikasi Pola Cup and Handle

Pola Cup and Handle sedikit lebih kompleks dibandingkan dengan pola pada grafik lainnya yang dapat sulit diidentifikasi oleh beberapa trader. Langkah-langkah di bawah ini menguraikan panduan sederhana untuk mengidentifikasi pola bagan ini dengan sukses:

  1. Pola Cup and Handle dianggap sebagai pola bullish berkelanjutan oleh karena itu, mengidentifikasi tren naik sebelumnya sangat penting. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik aksi harga atau indikator teknis seperti moving average.
  2. Bentuk cangkir harus membentuk lebih dari bentuk ‘U’ dibandingkan dengan ‘V’ dengan titik tinggi di kedua sisi cangkir kira-kira sama.
  3. Bentuk pegangannya (handle) menyerupai konsolidasi umumnya dalam bentuk bendera atau pola panji. Ini harus miring ke bawah tetapi mengkonsolidasikan ke samping dalam beberapa kasus mirip dengan pola persegi panjang.
  4. Sinyal breakout dapat terjadi dengan berbagai cara tergantung pada preferensi trader. Beberapa trader melihat level resistance yang diambil dari horizontal antara puncak cangkir. Setelah harga menembus level itu, entri akan dikonfirmasi. Trader lain menggunakan penembusan garis tren pegangan sebagai titik masuk panjang.

Cara trading Dengan Pola Cup and Handle

Trading dengan pola Cup and Handle ini sedikit berbeda saat menggunakannya untuk trading forex dan ekuitas. Fungsi volume sering digunakan dalam perdagangan saham karena lonjakan volume menunjukkan penembusan yang mengkonfirmasi sinyal masuk.

Trading forex tidak menggunakan fungsi pola ini secara normal, dan sebagai gantinya melibatkan metode konfirmasi breakout lain yang lebih konvensional seperti penembusan di atas resistansi. Proses akhirnya sama saat trading dengan pola Cup and Handle.

1. Trading saham dengan pola cup and handle

Contoh Wynn Resorts Ltd:

Gambar di atas adalah grafik bulanan dari saham Wynn Resorts Ltd, satu perusahaan hotel dan kasino populer. Grafik tersebut menunjukkan formasi Cup and Handle dengan tren naik sebelumnya yang jelas seperti yang ditandai oleh garis tren yang menunjukkan titik tertinggi dan terendah yang lebih tinggi. Movng average juga dapat digunakan sebagai gantinya untuk mengkonfirmasi tren naik.

Grafik menunjukkan dua titik masuk potensial yang dilambangkan dengan panah hijau. Entri pertama terjadi pada penembusan di atas ujung atas kanal harga mirip dengan bendera bullish dengan lonjakan volume sebagai verifikasi pergerakan ke atas. Entri kedua menggunakan level resistance antara level tertinggi di kedua sisi cangkir sebagai level harga utama. Jika ditembus, trader dapat pertimbangkan posisi buy. Metode ini kurang agresif, tetapi kesabaran dari konfirmasi tambahan dapat melindungi dari penembusan palsu yang berkaitan dengan kanal pegangan.

Level stop sering diambil dari bagian bawah handle. Ini kemudian dapat diproyeksikan oleh faktor dua pergerakan pada take profit (limit) dengan rasio risiko terhadap profit 1:2. Trader lainnya lebih memilih ekstensi Fibonacci sebagai ukuran untuk level limit. Pilihan ini tergantung pada preferensi trader.

2. Trading forex dengan pola cup and handle

Contoh EUR / USD :

Formasi Cup and Handle pada grafik mingguan EUR/USD di atas menampilkan potensi peluang beli. Dalam contoh ini, moving average digunakan untuk menentukan tren naik sebelumnya (harga di atas moving average 100 hari).

Grafik ini unik karena garis resistance antara level tertinggi di kedua sisi cangkir dan kanal harga handle bertepatan. Ini memberi trader satu titik masuk karena penembusan keatas dua titik resistance ini akan sama. Titik stop dan limit akan ditentukan dengan cara yang sama seperti yang disebutkan dalam contoh saham. Satu-satunya perbedaan pada grafik forex ini adalah tidak adanya alat volume.

Kelebihan Dan Kekurangan Pola Cup and Handle

KelebihanKekurangan
Mudah diidentifikasi untuk trader yang lebih berpengalamanKemungkinan sulit untuk diidentifikasi oleh trader pemula
Cup and Handle dapat digunakan untuk pasar baik saham maupun forexSeringkali membutuhkan dukungan lebih lanjut dari indikator teknikal lainnya
Mendefinisikan level stop, entry dan limit yang jelasCup and Handle dapat membutuhkan waktu lama untuk digunakan

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.