Wabah Corona Membuat Ekspor Emas Swiss Turun, Satu Windu Ini

JAVAFX – Kabar terbaru menunjukkan bahwa ekspor emas Swiss turun ke rekor terendah pada tahun 2020 karena wabah Corona telah menghanyutkan permintaan dunia. Dikatakan bahwa jatuhnya pengiriman ke China dan India, dimana sebagian besar pasar perhiasannya tutup akibat Corona, telah mendorong ekspor emas Swiss ke level terendah pada 2020 setidaknya sejak 2012, demikian ungkap bea cukai pada Kamis Swiss (28/01/2021).

Permintaan emas India mencoba untuk pulih saat akhir tahun, tetapi China, yang pernah menjadi pembeli terbesar, tidak menerima emas sama sekali dari Swiss untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Desember.

Swiss adalah pusat penyulingan emas terbesar di dunia dan pusat transit, dan data perdagangannya menunjukkan bagaimana pandemi mengubah pasar emas batangan. Jatuhnya konsumsi emas di Asia, di mana sebagian besar emas dijual sebagai perhiasan, dan logam bergerak ke barat untuk memenuhi ledakan permintaan dari investor yang merupakan pembeli utama di Eropa dan Amerika Utara.

Meski dinamika sekarang ini mulai berbalik tetapi jejaknya masih tercatat di 2020. Swiss mengirimkan 148 ton emas ke India pada tahun 2020, dibandingkan dengan 232 ton pada tahun 2019 dan 253 ton pada tahun 2018. Dari sebanyak itu, Swiss mengekspor hanya 30,5 ton ke China, turun dari 181 ton pada 2019 dan 432 ton pada 2018, dan 26,7 ton ke Hong Kong, turun dari 73 ton pada 2019 dan 222 ton pada 2018. Hong Kong, sebagai pusat perdagangan regional, mengirim 178 ton emas ke Swiss pada tahun 2020, mengerdilkan jumlah yang diterimanya.

Sejauh ini, tujuan emas Swiss terbesar tahun lalu adalah Amerika Serikat, yang menerima 508 ton pada tahun 2020, naik dari 17,8 ton pada 2019 dan 8,1 ton pada 2018. Laju pengiriman ini – yang sebagian besar disimpan di brankas di New York, di mana mereka mendukung perdagangan kontrak berjangka – telah melambat tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Secara total, Swiss mengekspor 1.180 ton emas tahun lalu, turun dari 1.189 ton pada 2019 dan terendah sejak negara itu mulai menerbitkan data pada 2012. Ekspor Desember sebesar 76,4 ton adalah yang terendah sejak Februari. Harga emas per troy ons saat ini berharga sekitar $ 1.850 dan satu ton bernilai $ 60 juta.

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Biden tandai peringatan Selma, perluas akses mencoblos

Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan menandatangani perintah eksekutif pada Minggu yang dirancang untuk memudahkan warga Amerika memilih, ketika Partai Republik di seluruh negara...

Jangan Terlalu Tinggi Berharap Pada Permintaan Minyak China, Cadangannya Hampir Penuh

JAVAFX - Permintaan minyak yang kuat di Asia telah mendukung sentimen bullish di pasar minyak dalam beberapa pekan terakhir, tetapi harga minyak yang lebih...

Serang Biden, Trump Isyaratkan Akan Calonkan Diri Lagi 2024

Kurang dari enam minggu setelah meninggalkan jabatan, mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (28/2) melancarkan serangkaian serangan terhadap penerusnya. Trump mengatakan Presiden...

Biden serukan negara-negara bagian prioritaskan vaksin bagi para guru

Presiden Joe Biden, pada Selasa (2/3) menyerukan agar negara-negara bagian di Amerika Serikat memprioritaskan vaksinasi COVID-19 terhadap para guru untuk memastikan agar anak-anak dapat...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502