Wabah COVID-19 Australia meningkat meskipun Sydney lockdown

Australia pada Senin melaporkan kenaikan harian terbesar dalam kasus COVID-19 tahun ini, yang didorong oleh wabah varian Delta yang tumbuh cepat di Sydney meskipun kota terbesar di negara itu memasuki pekan ketiga lockdown (penguncian).

Negara bagian New South Wales itu melaporkan 112 kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal, yang hampir semua kasusnya berada di Sydney.

Hal itu menandai hari kelima berturut-turut dari rekor jumlah kasus COVID-19 di negara bagian tersebut.

Namun, ada secercah cahaya saat jumlah orang yang baru terinfeksi COVID yang keluar beredar di komunitas saat masih terinfeksi turun menjadi 34 orang, dari 45 orang pada Minggu (11/7).

Pemimpin New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan kemajuan angka itu dalam beberapa hari mendatang akan menentukan apakah penguncian di Sydney akan berakhir pada Jumat (16/7) atau akan diperpanjang.

“Itulah angka yang kita butuhkan untuk sebisa mungkin mendekati nol (kasus),” kata Berejiklian dalam pengarahan hariannya yang disiarkan di televisi.

“Ini terserah kita.

Indonesia
556,281
Total Kasus Aktif
Updated on 27/07/2021 10:01 PM 27/07/2021 10:01 PM
Seluruh Dunia
15,888,089
Total Kasus Aktif
Updated on 27/07/2021 10:01 PM 27/07/2021 10:01 PM

Share this post

Analisa Fundamental

Edukasi

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.