Yen Loyo di Akhir Pekan Jelang NFP

0
107

JAVAFX – Yen loyo di akhir pekan jelang NFP yang akan rilis nanti malam dimana data ini sebagai pertanda bahwa ekonomi AS akan bangkit kencang di kemudian hari.

USDJPY untuk sementara berada di level 113,61, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7586, USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,8011.

Sebelumnya di perdagangan semalam, secara umum greenback mengalami tekanannya setelah beberapa bank sentral utama dunia non the Fed menyatakan akan segera mengakhiri suku bunga rendah atau mengurangi alias tapering paket stimulus ekonominya serta pernyataan the Fed bahwa target inflasi 2% kemungkinan baru bisa terwujud di 2019 nanti.

Sebelumnya jalan kenaikan suku bunga akibat dari membaiknya perekonomian global menjadi tuntunan agar bank sentral lebih ekspansif dalam menghadapi persaingan global itu sendiri dan menghindarkan diri dari perang mata uangnya atau currency wars yang selama ini ditakutkan para pelaku pasar yang tentu menhindarkan diri dari imbalancing atau ketidakstabilan ekonomi.

Data ADP semalam sempat membawa yen untuk menekan greenback, namun langkah Bank of Japan untuk melakukan buyback aset-asetnya dalam hal ini pembelian kembali surat hutangnya membuat yen mengalami pelemahan terbesar 12 Mei lalu.

Tujuan BoJ melakukan pembelian JGB atau Japanesse government bond adalah meningkatkan imbal hasil obligasinya agar lebih menarik pasar. BoJ menawarkan untuk menawarkan ke pasar untuk membeli JGB 10-tahun dengan yield atau imbal hasil sebesar 0,110% dan juga meningkatkan pembelian JGB 5-tahun dan JGB 10-tahun melalui proses lelang dari ¥450 milyar menjadi ¥500 milyar.

Sejauh ini dalam sepekan yen sudah mengalami pelemahan sebesar 1,3%. Langkah tersebut dilakukan BoJ untuk sebuah langkah pencegahan atau penanggulangan awal sebelum data tenaga kerja AS rilis nanti malam sehingga jadwal lelang yang biasanya dilakukan BoJ pada awal pekan dimajukan tadi pagi.

Seperti biasa bahwa bila data tenaga kerja AS membaik maka imbal hasil dari obligasi pemerintah Jepang akan anjlok sehingga BoJ pagi ini melakukan lelang lebih awal demi mencegah yield JGB tidak jatuh.

Pasar di Jepang khawatir dengan akan membaiknya nonfarm payroll nanti malam, dimana menurut sumber dari Reuters bahwa pihaknya telah melakukan survei ke beberapa pengusaha bahwa nonfarm payroll bulan lalu kemungkinan besar akan berada di angka kisaran 180 ribu orang tambahan penerima upah diluar sektor pertanian.

Angka tersebut lebih tinggi daripada angka payroll bulan sebelumnya yang berjumlah kurang dari 140 ribu orang. Bilamana angka 180 ribu orang akan benar terjadi, maka yen dan dolar Australia kemungkinan besar akan mengalami tekanan hebat.

Sebelumnya pasar mata uang dunia masih agak khawatir dengan masa depan ekonomi global pasca keraguan the Fed dalam memandang ekonominya lebih lanjut. Situasi ini terjadi karena di minggu ini, ekonomi AS menantikan data tenaga kerja AS yang katanya masih ketat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg
Sumber gambar: CNN (.com)