Yen Mengalami Tekanan di Awal Pekan

0
57

JAVAFX – Berita forex di hari Senin(11/9/2017), yen mengalami tekanan di awal pekan perdagangan kali ini sebagai bagian aksi ambil untung sesaatnya pasca rally panjang yen di akhir pekan lalu yang didukung makin kendornya kenaikan suku bunga the Fed.

Di Sabtu lalu, 9 September yang bertepatan dengan hari Pendirian Korea Utara, kondisi geopolitik di kawasan tersebut masih tenang-tenang saja, tidak ada uji coba senjata nuklir kembali yang dilakukan oleh Korea Utara, sehingga reaksi safe haven yen tidak muncul di awal pekan ini, dan membuat investor tidak kuatir terhadap masa depan investasinya serta melakukan aksi ambil untung sesaatnya kembali.

Namun sejauh ini, penguatan yen masih dikategorikan tetap ada dengan tetap bertahan di level ¥108, karena investor masih kuatir dengan kondisi ekonomi AS pasca badai-badai yang telah, sedang dan akan melintasi daerah potensial ekonomi AS. Beratus-ratus milyar dolar AS biaya pemulihan yang dibutuhkan oleh pemerintah AS, dan dapat menurunkan laju pertumbuhan ekonomi AS dikuartal ketiga tahun ini.

Mulai redanya situasi di Semenanjung Korea membuat dolar AS mulai memberikan tekanan kepada mata uang Asia Pasifik. USDJPY untuk sementara bergerak menguat di level 108,44, AUDUSD untuk sementara bergerak melemah di level 0,8048, USDCNY untuk sementara bergerak menguat di level 6,5175.

Selain karena mulai pudarnya situasi Korea Utara yang selalu dipicu oleh uji coba rudal tersebut, investor yen nampaknya sangat nyaman dengan sisi konsolidasi yang stabil dari mata uang Jepang tersebut karena ekonomi Jepang masih mempunyai sedikit kepastian ketimbang ekonomi AS.

Hal ini terbukti setelah data pesanan mesin pabrik dan data aktivitas industri Jepang yang membaik di periode bulan lalu. Data inti pesanan mesin pabrik Jepang atau core machinery orders di bulan lalu naik 8% dibandingkan sebelumnya yang mengalami kontraksi -1,9%. Sedangkan data aktivitas industri tersier atau tertiary activity industry Jepang tumbuh dari -0,2% menjadi 0,1%

Sejauh ini pula kondisi yen sendiri tidak bergerak terlalu besar dalam beberapa bulan terakhir, hanya berkisar di antara level 108 hingga 112 per dolarnya karena dari pihak Jepang sendiri khususnya sektor industri Jepang, ingin agar BoJ tetap menjaga nilai kata uangnya tetap stabil.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg
Sumber gambar: fxstreet