Yen Menguat Meski Kebijakan Moneter Jepang Tidak Berubah

0
150

JAVAFX – Berita forex di hari Rabu(24/1/2018), yen menguat meski kebijakan moneter Jepang tidak berubah pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, dimana secara umum dolar AS masih mengalami tekanan dari yen meskipun pemerintahan AS sudah buka kembali.

Sejauh ini USDJPY untuk sementara berada di level 110,83 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 110.90. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7991 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,8015. Untuk yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,3978 setelah tadi pagi ditutup di level 6,4007.

Secara garis besar memang dolar AS sempat tertekan dalam beberapa hari ini setelah dilaporkan bahwa pemerintah AS tidak bisa menjalankan fungsi negara dalam melayani masyarakatnya dan membuat kinerja ekonomi AS bisa menurun. Namun Kongres AS sudah setuju untuk menambah dana operasional pemerintah hingga 8 Februari nanti sehingga mulai hari ini sudah dibuka kembali layanan administrasi AS.

Selain itu, tekanan ke dolar juga tidak berhenti karena bank-bank sentral dunia lainnya juga sedang berlomba-lomba mengejar ketertinggalan suku bunganya dari the Fed. Lomba menormalisasikan kebijakan moneter menjadi penyebab utama greenback membaik meski data-data ekonomi AS membaik.

Masalah penutupan di AS sudah berakhir, pasar juga sudah melihat hasil dari pertemuan suku bunga bank sentral Jepang tadi pagi dan belum ada perubahan dari kebijakan moneter Jepang tersebut.

Ini memang sedikit bertentangan dari pernyataan sebelumnya yaitu awal bulan ini bank sentral Jepang sudah mulai mengurangi pembelian kembali aset-asetnya, khususnya obligasi jangka panjangnya, sebesar 5%, sehingga diperkirakan tahun ini BoJ bisa mulai meningkatkan pengurangan stimulus yang pada akhirnya bisa menaikkan suku bunganya juga. BoJ mengikuti langkah ECB.

Namun hal tersebut tidak terlihat pada pertemuan suku bunga BoJ siang ini sehingga pasar masih juga bingung menyikapinya. Sepertinya penjelasan dari Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda ditunggu pasar nanti siang karena beberapa hari sebelumnya Kuroda menyatakan bahwa kebijakan paket stimulus belum ada perubahan.

Beberapa pejabat pemerintah Jepang dan pengusahanya juga menghendaki normalisasi kebijakan moneter BoJ jika kondisi inflasi di Jepang sudah mencapai target 2%. Dan sepertinya melihat hasil rapat hari ini, keinginan mengurangi paket stimulus masih menunggu waktu pergerakan kebijakan dari the Fed yang diperkirakan menaikkan suku bunganya pada pertemuan Maret nanti.

Sumber Berita: Reuters, Bloomberg, Investing, Javafx, Forexfactory, Dailyfx
Sumber gambar: Reuters