Yen Nyaman Positif

0
82

JAVAFX – Yen nyaman positif pada perdagangan siang ini dengan dukungan dari pernyataan deputi BoJ Kikuo Iwata tadi pagi dan keputusan BoJ bagi pembelian Samurai Bond yang diperketat.

Pada perdagangan selanjutnya, mata uang Jepang ini berfokus kepada data ekonomi AS yaitu data klaim pengangguran AS yang kemungkinan besar akan menggoyangkan mata uang Jepang tersebut.

AUDUSD diperdagangkan di level 0,7551 atau turun 0,02% dibandingkan penutupan kemarin, sedangkan USDJPY sedang berada di level 111,12 atau turun 0,21%.
Indeks dolar yang membandingkan greenback atau dolar AS dengan 6 mata utama dunia lainnya, sedang bergerak datar berada di level 97,40.

Yen kemarin mengalami penguatannya setelah Bank of Japan minutes telah memberikan paparannya bahwa pihaknya akan mulai mengurangi penerbitan Japanesse Government Bond atau JGB atau biasa dikenal di pasar uang sebagai Samurai Bond.

Selain itu BoJ kemungkinan besar juga akan mulai mengurangi pembelian kembali Samurai Bond tersebut karena ekonomi Jepang mulai menunjukkan kondisi yang stabil dan mengharapkan pelemahan yen lebih lanjut.

Mulai tumbuhnya konsumsi lokal dan global membuat Reuters mulai melihat bahwa ekspetasi pertumbuhan dalam negeri Jepang memang dapat ditingkatkan satu level seperti yang diungkapkan BoJ pada pekan lalu pasca meeting suku bunganya yaitu menjadi ekspansi moderat alias tumbuh berkelanjutan, sedikit diatas tingkatan modest growth atau tumbuh biasa-biasa saja.

Seperti kita ketahui bahwa pelemahan yen merupakan kondisi yang diinginkan pebisnis Jepang, karena hampir 100% pebisnis Jepang berorientasi ekspor.

Namun Deputi Gubernur BoJ Kikuo Iwata malah menyatakan bahwa paket stimulus yang berupa program bantuan keuangan seharusnya tetap dilanjutkan dan makin ditambah lebih besar dana stimulusnya. Ungkapan bernada dovish tersebut membuat pasar semakin lama semakin bingung.

Iwata beralasan bahwa kondisi inflasi Jepang masih jauh dari target 2% yang diinginkan BoJ. Laporan terakhir menurut Iwata yaitu kondisi harga atau inflasi tahunan di Jepang hanya tumbuh 0,4%, dan kejadian ini merupakan angka yang tertinggi sejak 2015.

Paling tidak komentar Iwata tersebut patut digarisbawahi secara fakta bahwa Bank of Japan dipastikan tidak akan mengurangi tindakan akomodasi moneternya dan perlu pertimbangan serius bahwa program pembelian kembali aset-aset bank sentral telah membuat neraca bank sentral melampaui produk domestik bruto Jepang.
Sumber berita: Forex Factory, Reuters, Investing, Marketwatch
Sumber gambar: Antaranews dot com