Bank Sentral Dunia Kompak Melunak, Harga Emas Melejit

JAVAFX – Sejumlah pernyataan yang bernada lunak dari sejumlah Bank Sentral dunia baru-baru ini bukan satu-satunya alasan bagi harga komiditas emas untuk naik melewati $ 1.400 per troy ons ke level yang belum terlihat dalam hampir enam tahun.

Gold Trading

Setidaknya dalam tingkat ekonomi makro, ada kombinasi atas peningkatan ketegangan geopolitik dan sikap kebijakan moneter yang lebih akomodatif yang ditandai oleh bank sentral, termasuk Bank Sentral Eropa, dan AS. yang telah mendorong suku bunga global lebih rendah.

Disisi lain, ketegangan AS-China atas kebijakan perdagangan masih berlanjut dimana para pialang menunggu pertemuan yang diharapkan akan terjadi antara Donald Trump dan Xi Jinping dalam KTT G20 di Osaka, Jepang akhir bulan ini. Kemajuan menuju penyelesaian sengketa perdagangan antara AS – China bisa mengurangi kekhawatiran pasar akan gangguan dalam perekonomian dunia.

Sementara itu, Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia siap untuk melakukan serangan udara terhadap Iran sebagai balasan atas langkah Iran untuk menembak jatuh drone A.S., tetapi sejuru s kemudian ia membatalkan rencana serangan tersebut.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dapat mendorong harga emas lebih tinggi, karena adanya kenaikan permintaan atas aset surgawi, safe haven dalam jangka pendek, meskipun “faktor kunci dalam pengendalian emas saat ini adalah harga dan kekhawatiran resesi. ”

Hambatan potensial untuk emas akan mencakup “pensinyalan hawkish oleh Fed atau resolusi langsung terhadap perang perdagangan antara AS dan China,” yang kemungkinan akan berkontribusi pada penguatan dolar.

Pada hari Jumat, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus sebagai kontrak paling aktif, diselesaikan pada $ 1,400.10 per troy ons di bursa Comex, setelah menyentuh tertinggi harian $ 1,415,40. Harga selesai di level tertinggi sejak September 2013. (WK)