Belajar Mengenali  Support dan Resisten

Dalam trading di pasar forex, konsep confluence (pertemuan) merupakan inti untuk  membuat keputusan yang baik. Confluence bermakna bahwa Anda mengkombinasikan perangkat analisa teknikal yang berbeda untuk menghasilkan keputusan trading yang akurat. Temukan level-level harga yang kuat dan  merupakan level-level support dan atau resisten kunci, maka ketika terjadi pertemuan (confluence) antara berbagai level support dan atau resisten kunci tersebut, maka akan menjadi momentum terbaik untuk melakukan trading.

Terdapat beberapa cara bagaimana seorang trader mengidentifikasi level-level harga yang penting. Pada artikel ini, Kami akan mengekplorasi 7 cara berbeda mendeteksi level harga yang kuat . Level-level kunci tersebut bisa disinergikan dengan konsep trading yang biasa Anda terapkan untuk menemukan probabilitas trading yang lebih tinggi.

Pendekatan Top-Down–Biarkan Harga Mendatangi Anda

Penggunaan konsep area harga kunci adalah sangat penting khususnya selama Anda menerapkan pendekatan analisa top-down dan multi-timeframe. Ketika Anda bersiap untuk memasuki trading, temukan level-level harga yang paling penting selama sepekan ke depan, lalu biarkan harga mendatangi Anda. 

  1. Moving Average (MA) Daily dan Weekly

Moving Average merupakan satu konsep yang digunakan oleh kebanyakan trader  dan bahkan media keuangan kerap berbicara mengenai  Moving Average (MA) yang terkenal sepanjang masa.

Untuk alasan tersebut, kami merekomendasikan penggunaan Moving Average (MA) yang paling terkenal. Terutama untuk MA periode 100, 200 dan 250  pada time frame (kerangka waktu) daily dan weekly yang sangat bermanfaat saat dilekatkan pada grafik, karena ketiga periode MA tersebut bisa berlaku sebagai level support dan atau resisten kunci

Selama fase ranging, atau konsolidasi MA tidak terlalu berguna, tetapi selama pasar bergerak dalam tren yang jelas, terlihat begitu akurat, sebagaimana contoh di bawah ini:

SMA 200

  1. Support dan Resisten Daily dan Weekly

Cara lain adalah dengan menentukan level-level support dan resisten pada grafik daily dan weekly, bisa juga pada grafik 4 jam (H4) . Level  dan zona support dan resisten daily dan weekly juga  juga bagus  jika dilekatkan pada grafik sebagai konfirmasi tambahan, terutama dalam konteks confluence sebagai acuan membuat keputusan entri posisi.

Setiap hari Sabtu, Kami sarankan Anda untuk mendeteksi grafik dalam kerangka waktu yang lebih tinggi dan membuat  level-level support dan resisten yang penting . Jangan hanya menggunakan satu garis semata, tetapi coba menggunakan level support dan resisten dalam bentuk zona untuk menggambarkan gerak harga yang lebih akurat. Kemudian pada pekan berikutnya, biarkan harga mendatangi  level-level yang telah ditandai tersebut  dan hanya trading ketika harga mendekati atau menyentuh level dan zona support dan resisten tersebut, seperti contoh di bawah ini:

support resisten daily-weekly

 

  1. Supply dan Demand

Ide dibalik supply dan demand adalah  area supply dan demand menunjukkan  pergerakan yang besar dan kuat dari harga sebelumnya. Area semula  tersebut kemudian digunakan  sebagai momentum entri saat arah yang sama dari gerakan harga kembali menjumpai area tersebut dan diprediksi harga akan kembali menapaki tren sebelumnya

Kami tidak menyarankan entri posisi secara buta (dengan menggunakan pending order) pada zona supply dan demand tersebut, tetapi sebaiknya menunggu aksi harga di sekitar zona supply dan demand

Kendati  supply dan demand merupakan konsep bagus, Anda akan sering melihat harga melewatinya sejenak, maka kesabaran untuk mendeteksi perilaku harga dan candlestick berpola reversal akan sangat berguna sebelum memutuskan entri posisi

supply demand golf

  1. Trendline dan Channel

Trendline dan channel juga merupakan perangkat analisa yang bagus. Ketika Anda mencari perangkat analisa non horizontal, trendline (garis tren) sangat bernilai pada saat  Anda kesulitan mencari area yang  berpotensi untuk acuan trading  selama pasar forex bergerak dalam suatu tren.  Juga untuk mengidentifikasi  peluang entri kembali (re-entri)  selama fase koreksi dan untuk mencari titik-titik akselerasi tren dimana harga menembus  suatu trendline.

Contoh di bawah ini menunjukkan bagaimana harga bereaksi ketika menyentuh atau mendekati area trendline ataupun channel. Sebagaimana level support dan resisten reguler, trendline dan channel juga menjadi titik balik terjadinya pergerakan besar setelah ditembus

trendline dan channel line

  1. Round Numbers

Round number sangat populer di ranah trading retail pasar forex, sebab banyak trader amatir menggunakannya sebagai rujukan untuk penempatan stop loss dan target profit.

Secara sederhana, round number merupakan bilangan yang diakhiri dengan angka 00. Round number bisa berpatokan pada pergerakan dalam rentang transaksi antara lain  setiap rentang  100, 250, 500 atau pun 1000. Misalnya untuk pasangan mata uang EURUSD kita bisa deteksi level-level round number .

Semakin besar round number dijadikan acuan maka akan menjadi support atau resisten yang kuat, misalnya untuk  bilangan round number untuk rentang transaksi 500 pip, contohny antara 1.1000 dan 1.1500 ; 1.200 dan seterusnya.  Round number  sering berlaku sebagai support dan resisten yang alami dan harga kerap memantul pada level-level round number. Maka sangat berguna membuat garis round number pada grafik Anda, namun tetap saat menganalisa disinergikan dengan candlestick berpola reversal atau continuation. Contoh level-level round number pada grafik EURUSD dengan bilangan ratusan (100) dan perhatikan bagaimana perilaku harga ketika menyentuh atau menembus level-level tersebut:

roundnumber

  1. Pivot Point

Pivot point juga merupakan perangkat trading yang dikenal di kalangan trader dan level-level support dan resisten dari formula pivot point dianggap sebagai level-level kunci yang mesti selalu diperhatikan, saat seorang trader akan melakukan entri

Intraday pivot point berdasarkan pada level-level high, low dan close candlestick pada hari sebelumnya. Bisa juga menggunakan pivot point dengan mengacu pada level high, low, dan close dari pekan sebelumnya, dan tentunya akan menjadi level-level support dan resisten yang lebih penting.

Formulasi pivot point telah diulas pada indikator trading dan kini kita akan mengulas singkat label-label support dan resisten dari hasil kalkulasi pivot point dengan contoh di bawah ini:

pivot point

Untuk titik tengah (pivot point) pada grafik di atas berwarna oranye dan level-level resisten 1 hingga 3 nampak berwarna hijau. Sementara di bawah pivot point, terletak garis berwarna merah yang merupakan level-level support

Saat trading, gunakan pivot point sebagai support dan resisten reguler juga untuk entri posisi dan penempatan target profit, jika Anda melihat area pivot point bertahan dan menyebabkan momentum pergerakan baru

Aturan lainnya juga perhatikan gerak harga yang kerap menyelusuri dari level support menuju resisten. Misalnya,  dimulai dari support ke 1 lalu menuju resisten 1 dan jika harga dimulai dari resisten  ke 2 biasanya akan menuju support ke 2. Tentu saja, pengamatan objektif akan bergantung pada strategi masing-masing

  1. Level Low dan High Daily sebelumnya

Mirip dengan pivot point, banyak trader menentukan level low dan high hari sebelumnya  sebagai level support dan resisten kunci. Penembusan harga pada level high  dari hari sebelumnya akan memicu akselerasi aksi beli dan tren baru akan terbentuk

Grafik di bawah menunjukkan channel untuk level high dan low daily sebelumnya dan juga menjadi level-level support dan resisten. Perhatikan ketika terjadi penetrasi harga terhadap level low dan high daily sebelumnya. Biasanya menjadi momentum pergerakan tren baru

daily high-low

Kesimpulan:

Setelah kami menyajikan 7 cara untuk menentukan level-level support dan resisten kunci, maka diharapkan bisa menjadi informasi tambahan bagi setiap trader sebelum memutuskan untuk entri posisi.

Bisa jadi dari ketujuh cara tersebut, seorang trader hanya cocok dengan salah satu cara hal tersebut tidak masalah karena akan berpulang pada kesukaan dan konsistensi masing-masing, namun strategi trading akan lebih pas diaplikasikan jika konsep confluence menjadi pertimbangan

(Sumber: Analis JAVAFX)

Untuk mendapatkan free signal trading, analisa market mingguan, full support langsung dari analis,

Hubungi JAVAFX :

Phone / WhatsApp : 082116448874

Apakah Anda membutuhkan informasi Training JAVAFX, Introducer Broker – IB, belajar forex, teknikal forex, signal forex, strategi forex dan analisa forex untuk melakukan transaksi trading forex, trading emas, trading oil, trading index minggu ini? Segera Hubungi Analis JAVAFX

Author : Rief 

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.