Mengenal Indikator MACD

Gambaran Umum

MACD, diucapkan “Mac D”, singkatan dari Moving Average ConvergenceDivergence dan diciptakan oleh Gerald Appel. MACD merupakan salah satu indikator yang paling sederhana, namun dianggap cukup handal. Dan dianggap sangat efektif di pasar dengan volatile yang intens. Indikator MACD disebut sebagai oscillator, karena  ayunan kurva MACD  bolak-balik melintasi nol. oscillator tidak memiliki batas atas atau bawah.

Kalkulasi

Grafik MACD menunjukkan dua kurva. Kurva pertama adalah MACD sendiri, didefinisikan sebagai:

MACD = EMAn1-EMAn2

Dimana EMAn1 adalah n1-periode eksponensial rata-rata pergerakan harga mata uang, dan EMAn2 adalah n2-periode eksponensial rata-rata pergerakan harga mata uang. Nilai untuk n1 dan n2 biasanya dipilih bilangan 12 dan 26, atau 10 dan 20, ketika pasar tidak stabil. Ketika periode n1 rata-rata bergerak lebih besar dari n2-periode rata-rata bergerak, garis MACD positif . Dan jika sebaliknya, maka garis MACD negatif. Garis  MACD diplot dengan garis biru.

Kurva kedua adalah n-periode rata-rata eksponensial dari garis MACD, dengan n biasanya menjadi 9 (atau 5 ketika pasar tidak stabil). Garis kedua ini diplot dengan garis putih. Karena merupakan rata-rata pergerakan dari garis MACD, maka akan menjadi lebih halus dan bergerak lebih lambat.

Perbedaan antara dua garis ditampilkan sebagai kurva berbayang.

Parameter

MACD mempunyai tiga parameter:

  • n1: jumlah periode yang digunakan dalam eksponensial rata-rata gerak lambat pertama dari rumus MACD.
  • n2: jumlah periode yang digunakan dalam eksponensial rata-rata gerak lambat kedua dari rumus MACD.
  • n: jumlah periode yang digunakan untuk memperhalus garis MACD ketika membuat garis kedua.
Pemahaman

MACD biasanya digunakan untuk mengidentifikasi situasi overbought (jenuh beli) dan oversold (jenuh jual) dan juga untuk mengidentifikasi sinyal transaksi

Indikator ini dianggap untuk mengidentifikasi situasi oversold (jenuh jual)  ketika MACD  jatuh dan menjauh dengan cepat dari rata-rata pergerakannya. Dalam hal ini, nilai tukar diperkirakan naik dalam waktu dekat. Sebaliknya, indikator dianggap mengidentifikasi situasi overbought (jenuh beli)  terjadi ketika MACD meningkat dan menjauh dengan cepat dari rata-rata pergerakannya. Dalam hal ini, harga mata uang diperkirakan turun dalam waktu dekat.

Sinyal perdagangan diidentifikasi dengan indikator MACD dalam beberapa cara:

  • Garis sinyal Pemicu:Beberapa berpendapat bahwa sinyal beli terjadi ketika MACD melintasi dan melaju di atas nol, dan sinyal jual dihasilkan ketika MACD melintas dan bergerak di bawah nol.
  • Sinyal Perpotongan: Yang lainnya menafsirkan “crossover/perpotongan” sebagai sinyal: ketika MACD memotong  dan jatuh di bawah rata-rata pergerakan, maka menjadi momentum untuk sinyal jual,  dan ketika MACD memotong  dan naik di atas rata-rata pergerakan,maka menjadi momentum untuk sinyal beli.
  • Sinyal Divergence: Ketika MACD tidak mengikuti tren saat ini dan bergerak berlawanan dengan arah nilai tukar yang sesuai, maka ini ditafsirkan sebagai peringatan bahwa tren mata uang dapat berubah. Oleh karena itu, ketika MACD bergerak turun sementara nilai tukar masih naik, maka hal ini dapat ditafsirkan sebagai sinyal jual. Sebuah sinyal jual yang lebih kuat terjadi ketika MACD mencapai level terendah baru sedangkan nilai tukar yang sesuai masih bergerak naik. Sebaliknya, ketika MACD bergerak naik sementara nilai tukar masih jatuh, maka hal ini dapat ditafsirkan sebagai sinyal beli. Sebuah sinyal buy yang lebih kuat terjadi ketika MACD mencapai level tertinggi baru sementara nilai tukar yang sesuai masih akan turun.

 

Contoh indikator MACD:

Indikator MACD

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.