Biden Kembali Angkat Jerome Powell sebagai Kepala Bank Sentral AS

Presiden AS Joe Biden pada Senin (22/11) kembali mengangkat Jerome Powell sebagai kepala Bank Sentral AS, Federal Reserve.

Biden mengatakan Powell telah memainkan peran penting dalam membantu AS pulih dari kemunduran ekonomi terburuk yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Pengangkatan Powell, 68, untuk menduduki salah satu jabatan kebijakan ekonomi paling penting di dunia itu, mengakhiri spekulasi beberapa minggu dalam pasar finansial dan dalam lingkaran politik Washington.

Beberapa anggota Demokrat yang progresif di Kongres telah mendorong Biden untuk mengangkat Gubernur Bank Sentral Lael Brainard untuk mengepalai Bank Sentral, tapi Biden menunjuknya sebagai wakil kepala.

Powell adalah seorang tokoh Republik dan mantan eksekutif ekuitas swasta.

Powell pertama kali diangkat sebagai kepala Bank Sentral oleh mantan presiden Donald Trump yang juga seorang tokoh Republik.

Bursa keuangan menyambut baik pengangkatan kembali Powell.

Semua indeks saham utama AS naik tajam dalam perdagangan Senin pagi (22/11).

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.