Biden, Pemimpin Keuangan dan Teknologi, Bahas Keamanan Dunia Maya

Presiden Joe Biden, Rabu (25/8), melangsungkan pertemuan dengan para eksekutif puncak beberapa perusahaan teknologi raksasa dan lembaga keuangan terkemuka.

Pertemuan itu dilakukan ketika Gedung Putih mendesak sektor swasta untuk membantu memperkuat pertahanan keamanan siber terhadap serangan yang semakin canggih.

KTT itu dilangsungkan ketika terjadi serangkaian serangan ransomware tanpa henti yang menarget infrastruktur penting, dan dalam beberapa kasus menyerang dengan memeras atau meminta pembayaran jutaan dolar dari perusahaan-perusahaan besar, serta operasi terlarang lain di dunia maya yang oleh pihak berwenang Amerika telah dikaitkan dengan peretas-peretas asing.

Dalam pidato sebelum pertemuan itu, Biden merujuk keamanan dunia maya sebagai “tantangan keamanan nasional utama” Amerika.

“Kenyataannya adalah sebagian besar infrastruktur penting dimiliki dan dioperasikan oleh sektor swasta, dan pemerintah federal tidak dapat menghadapi tantangan ini sendiri,” ujar Biden.

Ditambahkannya, “saya mengajak Anda semua yang ada di sini hari ini karena saya percaya Anda memiliki kekuatan, kapasitas dan tanggungjawab untuk meningkatkan standar keamanan di dunia maya.” Meskipun ransomware adalah salah satu fokus pertemuan tersebut, tujuan pertemuan itu lebih luas.

Selain itu juga difokuskan pada upaya mengidentifikasi “akar penyebab kegiatan siber yang berbahaya” dan cara-cara di mana sektor swasta dapat membantu meningkatkan keamanan, ujar seorang pejabat senior pemerintahan yang memberi pengarahan pada wartawan dengan syarat tidak disebut identitasnya.

CEO Teknologi Raksasa dan Keuangan Hadir Associated Press melaporkan daftar undangan dalam pertemuan itu mencakup CEO Apple Tim Cook, CEO Amazon Andy Jassy, dan CEO Alphabeth Inc – perusahaan induk Google – Sundar Pichai.

Ada pula CEO IBM, Microsoft dan Automatic Data Processing.

Selain Biden, beberapa menteri kabinet dan pejabat keamanan nasional ikut mewakili pemerintah.

Beberapa eksekutif dalam industri keuangan juga hadir, antara lain CEO Bank of America dan JPMorgan Chase, serta perwakilan dari sektor energi, pendidikan dan asuransi.

Luasnya cakupan peserta yang hadir dalam pertemuan itu menggarisbawahi bagaimana serangan dunia maya telah melintasi hampir semua sektor perdagangan.

Bayar Uang Tebusan Bulan Mei misalnya, para peretas yang terkait dengan kelompok siber yang berkantor di Rusia, meluncurkan serangan ransomware pada jalur pipa bahan bakar utama Amerika yang menyebabkan perusahaan itu terpaksa menghentikan operasinya untuk sementara waktu.

Beberapa minggu kemudian, pengolah daging terbesar di dunia, JBS SA, diserang oleh kelompok peretas berbeda.

Dalam kedua kasus itu perusahaan-perusahaan itu terpaksa membayar uang tebusan jutaan dolar agar dapat kembali beroperasi.

Biden merujuk pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di mana ia mengatakan telah menegaskan harapannya agar Rusia meningkatkan langkah-langkah untuk mengendalikan kelompok-kelompok ransomware karena “mereka (Rusia.red) tahu di mana kelompok itu berada dan siapa mereka.”

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.