Bursa Eropa Sedikit Bersinar Dibantu Penguatan Bursa Asia

JAVAFX – Pasar saham Eropa naik tipis pada perdagangan hari Jumat, dibantu oleh saham Asia dengan membukukan kenaikan dalam dua minggu berturut-turut oleh harapan pemerintah terhadap perekonomian global yang kian membaik ditengah kekhawatiran wabah virus corona.

Kontrak berjangka DAX diperdagangkan naik 9 poin atau 0,1%, Indeks Futures CAC 40 Prancis berada flat, sedangkan kontrak berjangka FTSE 100 di AS naik 18 poin atau 0,2%, Indeks Euro Stoxx 50, naik 2 poin atau kurang dari 0,1%.

Gold Trading

Jumlah korban meninggal akibat dari terinfeksi virus corona di Provinsi Hubei, China melonjak hingga 1.483 jiwa pada hari Jumat (14/2), angka kematian harian baru sebesar 116 orang dan dengan jumlah orang yang terjangkit virus tersebut di China mencapai 64.627 orang. Sementara di seluruh dunia, virus corona “Covid-19” telah menginfeksi setidaknya 26 negara, dengan lebih dari 65.200 terpapar.

Pertumbuhan ekonomi Jerman stagnan pada kuartal keempat tahun lalu, dibawah ekspektasi untuk samai pertumbuhan kuartal sebelumnya 0.1%. Kondisi ini sudah sangat melekat pada sentiment saat ini. Pemikirannya adalah bahwa 2020 akan menjadi tempat segala sesuatu mulai terlihat lebih baik sehingga kita akan melihat bagaimana keadaan di tengah wabah virus corona.

Direktur Eksekutif BOJ Eiji Maeda mengatakan bahwa “Ekonomi Jepang mungkin saat ini sedang mengalami kontraksi tajam pada periode Oktober hingga Desember karena permintaan luar negeri melambat, pukulan konsumsi dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan serangkaian bencana alam.”

Penyebaran wabah Covid-19 ini ini telah memberikan hantaman keras pada Partai Komunis China yang berkuasa dan menjadikan salah satu tantangan terberatnya selama bertahun-tahun serta menghambat perekonomian terbesar kedua di dunia.

Jepang mengkonfirmasi kematian akibat dari virus corona pertamanya pada hari Kamis, seorang wanita berusia 80-an yang tinggal di prefektur Kanagawa dekat Tokyo. Kematian itu adalah yang ketiga di luar daratan Cina, setelah dua lainnya di Hong Kong dan Filipina.

Sementara banyak investor berharap epidemi ini akan melambat secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, memungkinkan perusahaan untuk kembali ke operasi normal, berapa lama proses itu akan tetap menurut perkiraan siapa pun.