Data Ekonomi AS Hambat Laju Penguatan Harga Emas

JAVAFX – Data Ekonomi AS hambat laju penguatan harga emas pada perdagangan Kamis kemarin karena melihat rencana kenaikan suku bunga the Fed lebih besar lagi.

Keresahan Presiden Trump dalam melihat dolar AS terus menguat membuat dirinya mengeluarkan ungkapan kepada pasar sehingga membuat mata uang AS terkoreksi besar dan Ketua the Fed pun Jerome Powell juga melanjutkannya dimana juga menyatakan dengan nada dovish bahwa suku bunga the Fed bisa naik bila ekonomi AS membutuhkannya. Moral menjauhi dolar AS berlanjut lagi setelah AS dan Meksiko telah mencapai kata sepakat dalam perjanjian awal perdagangannya didalam NAFTA sehingga tinggal Kanada yang setuju saja.

Namun rupanya semangat beli emas punah juga, di mana data pertumbuhan ekonomi AS mengalami kenaikan lagi dan data inflasinya juga naik menandakan bahwa sinyal kenaikan suku bunga the Fed kembali muncul sehingga sisi beli emas langsung menghilang. Apalagi China sedang memberi peringatan bahwa pertumbuhannya bisa turun akibat perang dagang, seakan menambah beban langkah penguatan emas.

Berbeda dengan negara lain, kinerja ekonomi AS semalam masih menunjukkan kinerja yang bagus meski ada perang dagang sehingga ruang kenaikan suku bunga the Fed memang sulit untuk dibendung lagi. Kondisi ini memang tidak akan bersahabat kepada harga emas.

Hal ini membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $5,70 atau 0,47% di level $1205,80 per troy ounce. Sedangkan harga perak kontrak September di Comex ditutup melemah $0,22 atau 1,49% di level $14,59 per troy ounce.

Emas sebagai salah satu instrumen investasi pertahanan nilai aset selama masa ketidakpastian ekonomi sempat gagal berfungsi dengan semestinya, karena investor beralih langsung dengan mencari aset berlatar belakang dolar AS yang lebih menjanjikan. Dan memang cukup sulit bergerak positif jika masalah perang tarif dan suku bunga the Fed selalu menghalanginya.

Untuk perdagangan sebelumnya di bursa saham Wall Street bisa ditutup negatif di mana bursa DowJones turun 0,53%. Sedangkan untuk indeks dolar atau Dixie mengalami penguatannya sebesar 0,17% di level 94,814. Sepanjang hari ini, data ekonomi penting yang bisa dilihat dan mempengaruhi pergerakan emas, yaitu data inflasi Jepang dan zona euro, data sentimen konsumen AS.

(Sumber: Analis JAVAFX)
Author : Adhi Gunadhi

Analisa Fundamental

Latest Articles

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Jajak Pendapat AP-NORC: Popularitas Biden Konsisten

Jajak pendapat oleh AP-NORC menunjukkan optimisme orang Amerika secara keseluruhan semakin meningkat mengenai keadaan negara mereka. Lima puluh empat persen mengatakan negara itu berada di...

NFP AS Di Prediksi Membaik, Dolar AS Di Prediksi Tetap Turun

Pada malam nanti, jam 19.30, Amerika Serikat akan merilis data tenaga kerjanya yang di prediksi membaik. Hal ini di lihat dari data NFP AS...

Harga Emas Menguat, Data NFP Hambat Kenaikan Suku Bunga

Emas perlahan menguat pada hari Senin dan diperdagangkan di dekat level puncak tiga bulan yang dicapai minggu lalu. Kenaikan emas ini menyusul hasil yang mengecewakan pada data pekerjaan AS dan mendukung harapan bahwa suku bunga masih akan rendah untuk beberapa waktu.

Minyak Masih Miliki Ruang Harga Naik Tahun Ini

JAVAFX - Manajer keuangan semakin yakin bahwa harga minyak memiliki ruang untuk naik tahun ini, berkat ekspektasi pemulihan ekonomi yang kuat dan meningkatnya permintaan...

Let us help you

Register for our free Webminar !

Tujuan utama dari layanan webinar ini adalah untuk membekali Anda dengan pengetahuan dan informasi agar dapat menjadi seorang trader pro.

Webinar ini diselenggarakan secara live dengan berbagai topik menarik, mulai dari tutorial platform trading, analisis teknikal, strategi dan robot trading, hingga update berita fundamental yang berdampak besar terhadap pergerakan market dunia.

Hubungi kami di : +6281 380 725 502