Dolar AS Pertahankan Kenaikan Pasca Fed Minutes

JAVAFX – Dolar AS memperpanjang kenaikan pada hari Kamis setelah risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve Juli atau Fed meeting minutes, menutup beberapa harapan pelonggaran agresif bank sentral terhadap pemotongan suku bunga yang mendalam. Mata uang di Asia diperkirakan diperdagangkan dalam range ketat menjelang pidato ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell di Jackson Hole pada hari Jumat untuk menantikan petunjuk seberapa jauh bank sentral AS bersiap untuk menurunkan suku bunga.

Komentar dari Powell akan menjadi perhatian khusus setelah inversi kurva yield Treasury AS menyoroti resiko resesi ekonomi AS. Sementara risalah Fed memicu beberapa harapan dovish, pasar masih secara luas mengharapkan penurunan suku bunga lebih lanjut karena pertumbuhan global sedang  melambat. Pada pertemuan Fed terakhir bulan lalu, bank sentral AS menurunkan suku bunga untuk pertama kali dalam satu decade menjadi 2,00 – 2,25%. The Fed selanjutnya akan kembali mengadakan pertemuan di bulan September.

Gold Trading

Imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik setelah risalah tersebut, tetapi suku bunga berjangka menentukan probabilitas 100% dari penurunan suku bunga Fed pada pertemuan September, 75% peluang pemotongan tambahan pada Oktober, dan kemungkinan 48% kemungkinan lain dipotong pada bulan Desember, menurut FedWatch CME.

The Fed dan bank sentral lainnya memangkas suku bunga untuk menahan perlambatan ekonomi global yang disebabkan oleh perang perdagangan yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan China.

Dolar AS mempertahankan penguatannya terhadap yen dan sejumlah mata uang utama lainnya meski perdagangan cenderung kurang volatile. Dolar sempat berada di level 106.64 pada awal sesi Asia atau mendekati level tertinggi hari Senin di 106.96. Dolar juga lebih dominan terhadap euro yang mendorong pair EURUSD turun dibawah level 1.1100 per dolar.