Trump vs Powell Terkait Suku Bunga The Fed, Dolar AS Di Prediksi Tetap Naik

Saat ini Trump mengkritik keras bahkan menyalahkan Powell atas terhambatnya pertumbuhan ekonomi AS karena The Fed di nilai lambat untuk melakukan pemangkasan suku bunga secara agresif setelah tahun 2018 menaikkan suku bunga sebanyak empat kali dan masing-masing sebesar 25 bps. Trump berpendapat bahwa The Fed seharusnya memangkas suku bunga di tahun ini sebesar 100 bps secara keseluruhan karena dengan suku bunga yang masih tinggi saat ini, perusahaan-perusahaan di AS sulit untuk meningkatkan laba karena harus membayar biaya bunga yang tinggi. Trump juga mengatakan dengan naiknya suku bunga tahun lalu membuat Dolar AS terlalu menguat terhadap berbagai mata uang sehingga barang-barang ekspor AS kalah bersaing dengan barang-barang dari Uni Eropa terutama Jerman yang suku bunganya 0% bahkan cenderung negatif.

Sebenarnya alasan The Fed menaikkan suku bunga sebanyak empat kali di tahun 2018 masuk akal juga setelah Trump mengesahkan kebijakan pemangkasan tariff Pajak Penghasilan (PPH) pada akhir 2017 ekonomi AS melesat hingga 4.2% terbaik sejak kuartl III-2014. Laju Personal Consumption Expenditure (PCE) inti selalu melampaui target The Fed 2%. Angka pengangguran turun drastic sampai ke 3.7% terendah sejak tahun 1969. The Fed yang bertugas menjaga stabilitas moneter Amerika menganggap pertumbuhan yang pesat dan tanpa control akan menyebabkan ekonomi mengalami Overheating dan tercipta inflasi yang kebablasan yang bisa menjadi boomerang bagi konsumen. Akhirnya The Fed mengerem hal ini dengan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali  di tahun 2018.

Gold Trading

Namun karena saat ini berbeda di mana pertumbuhan ekonomi global termasuk  Amerika sedang melambat, laju inflasi pun melambat di mana terlihat PCE inti kian menjauh dari target 2%. Desakan agar The Fed mamangkas suku bunga tidak saja dari Trump tapi juga dari para pelaku pasar lainnya. Berdasarkan CME Fedwatch, probabilia The Fed akan memangkas suku bunga di bulan September sebesar 25 bps dari 1.75% ke 2% adalah    sebesar 98.1. The Fed juga di perkirakan akan kembali memangkas suku bunganya kembali di  bulan Oktober  dan Desember 2019.      Karena perkiraan ini, Dolar index menguat dari level 98.14 ke level 98.33.

Secara teknikal GBPUSD di prediksi terus turun ke level 1.2096, EURUSD di prediksi akan turun ke level 1.1072, Gold di prediksi akan turun ke level 1496.41, Oil di prediksi akan turun ke level 55.18, USDCHF di prediksi akan naik ke level 0.9845.