Dolar Masih Tertahan Di Atas Level Terendah Satu Minggu

Dolar tertahan di atas level terendahnya di satu minggu terhadap mata uang utama pada hari Jumat, upaya rebound dolar terhenti setelah penurunan terbesar di hampir sebulan di sesi kemarin, karena masih adanya pertanyaan yang tersisa atas nasib pengembang properti China Evergrande Group.

Indeks dolar naik 0,08% di level 93,175 setelah meluncur 0,36% di sesi Kamis dan sentuh level terendah sejak 17 September di 92,977 menghapus kenaikan untuk minggu ini, dan membuat indeks turun 0,09%.

Safe-haven dolar terluka setelah Beijing suntikkan dana baru ke dalam sistem keuangan pada hari Kamis, ketika Evergrande mengumumkan akan melakukan pembayaran bunga pada obligasi dalam negeri. Namun, beberapa pemegang obligasi luar negeri mengatakan mereka belum menerima kupon pembayaran pada batas waktu Kamis. Lebih banyak bunga obligasi dolar akan jatuh tempo minggu depan.

Sementara itu, Yen jatuh ke level terlemahnya sejak pertengahan Agustus setelah imbal hasil obligasi naik ke level tertinggi sejak awal Juli. Dolar naik 0,16% terhadap yen di level 110,57 untuk pertama kalinya sejak 11 Agustus menyusul imbal hasil obligasi acuan AS naik hingga 1,452% di Tokyo, level yang tidak terlihat sejak 2 Juli. Imbal hasil terakhir diperdagangkan di 1,4320%.

Dari Inggris, komentar Hawkish dari Bank of England (BOE) pada hari Kamis mendorong imbal hasil secara global, sehari setelah Federal Reserve AS mengatakan akan mulai mengurangi pembelian obligasi bulanannya secepatnya di November, dan suku bunga dapat naik lebih cepat dari yang diharapkan pada tahun depan.

BOE mengatakan dua pembuat kebijakannya telah memilih untuk mengakhiri lebih awal pembelian obligasi pemerintah era pandemi dan pasar mengedepankan ekspektasi mereka untuk kenaikan suku bunga hingga Maret.

Sterling bergerak tipis terhadap dolar AS di level $1,3717 setelah sempat naik ke $1,3750 semalam untuk pertama kalinya sejak 20 September. Euro juga sebagian besar datar terhadap dolar AS di level $1,1738, setelah pulih dari level terendah di lebih dari satu bulan di $1,16835 yang dicapai pada hari Kamis.

Di Australia, National Australia Bank mengatakan penurunan tajam sentimen dolar akan diperlukan untuk mencapai target akhir tahun di 89,6 untuk indeks dolar. “Tidak ada pemicu jangka pendek yang jelas” untuk itu, tulis ahli strategi dalam sebuah catatan penelitian. Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko turun 0,2% di level $0,7280 setelah menyentuh tertinggi satu minggu di $0,73165.

Beberapa pejabat Fed akan berbicara pada hari Jumat, termasuk Ketua Jerome Powell, yang memberikan pidato pembukaan di acara Fed Listens.

Get the daily news in your inbox

Related Articles

Share this post

Hubungi Kami

Pusat Edukasi

Pusat Berita

Headquarter

Foresta Business Loft 5 Unit 15
Jl. BSD Boulevard, Lengkong Kulon
Pagedangan Tangerang
Banten 15331

Contact Us

Phone: +62 21 222 32 200
Fax: +62 21 222 31 318
Email: [email protected]

Peringatan Resiko: Contracts for Difference(CFD) adalah produk keuangan yang complex yang ditransaksikan berupa margin. Trading CFD memiliki tingkat resiko yang tinggi dikarenakan leverage yang bekerja memberikan keuntungan ataupun kerugian sekaligus. Sebagai akibatnya, CFD mungkin saja tidak cocok dengan semua investor karena anda bisa kehilangan seluruh modal yang anda investasikan. Anda disarankan untuk tidak meresikokan dana lebih dari yang anda persiapkan untuk kerugian. Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, anda harus memastkan bahwa anda mengerti resiko yang terdapat dalam akun untuk tujuan investasi dan tingkat pengalaman anda. Performa yang sudah ada di CFD tidak dapat dijadikan indikator andalan untuk hasil kedepan. Umumnya CFD tidak memiliki tanggal jatuh tempo. Oleh karena itu, jatuh tempo sebuah posisi CFD ditentukan oleh kapan anda ingin menutup posisi yang ada. Carilah pemandu pribadi, jika diperlukan. Mohon membaca dengan seksama JAVA ‘Pernyataan Pengungkapan Risiko’.